HMI Bulukumba Pertanyakan Prosedur  Penggerebekan Satuan Narkoba – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

HMI Bulukumba Pertanyakan Prosedur  Penggerebekan Satuan Narkoba

Sekretaris HMI Bulukumba, Ar Ebit Supadi saat berbincang dengan Wakapolres Bulukumba, terkait penggerebekan satuan narkoba

 

BULUKUMBA,  RADAR SELATAN. CO.ID — Dinilai melanggar prosedur  dan mengeyampingkan etika penggerebekan yang dilakukan  oleh satuan narkoba Polres Bulukumba. Belasan kader HMI Cabang Bulukumba,  yang dipimpin Sekreteris Umum, Ar Ebit Supadi,  mendatangi Kantor Polres Bulukumba. Kamis 27 April 2017.

Sekedar diketahui, Belasan kader hijau hitam tersebut menggelar audiens guna mempertanyakan prosedural penggerebakan oleh anggota satuan narkoba disalah satu rumah kos yang berada di jalan Cendana,  yang dihuni oleh sekretaris Umum HMI dan beberapa kader HMI Bulukumba, pada Rabu 26 April lalu. Hal itu dilakukan dalam rangka meminta klarifikasi Polres Bulukumba terkait penggeledahan yang dinilai tidak sesuai SOP.

Dari pantauan Radar Selatan Online,    dalam Audiens tersebut,  belasan Kader HMI diterima langsung  Kapolres dan Wakapolres Bulukumba bersama Kanit Narkoba yang memimpin penggrebekan di rumah kos tersebut.

Sekretaris HMI Bulukumba, Ar Ebit Supadi,  dalam audiens tersebut memprotes aksi penggrebekan oleh anggota satuan narkoba Polres Bulukumba,  karena dinilai ganjil dan membuat ia dan sejumlah penghuni kos merasa terusik. Pasalnya,  saat penggeledahan berlangsung tidak mengedepankan etika.

“Kami merasa tidak nyaman karena penggrebekan tersebut terlanjur di ketahui publik bahwa kami di grebek dan sudah menjadi asumsi negatif yang pada dasarnya dugaan itu sangat tidak benar, apalagi saat penggerebekan tidak ditemukan bukti,  kami juga nilai info intelejen ini tidak valid,  “Jelasnya.

 

Pihaknya berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi,  apalagi selama ini HMI dan polisi menjadi mitra yang baik,  khususnya dalam mengontrol dan mendukung langkah penegakan hukum khsusunya pemberatasan narkoba.

“seharusnya sudah mendalami atau menyelidiki kepastian tentang Target Operasi (TO) dan standar operasi (SOP) karena selain ketidaknyamanan, ini juga persoalan nama lembaga HMI. Kami juga berterimakasih kepada Kapolres beserta jajarannya yang bersedia menerima kami saat melakukan audensi untuk mendengarkan klarifikasi kami yang merasa tidak nyaman dengan penggrebekan yang terkesan terburu-buru”. Tutup Ar Ebit Supadi yang juga Sekretaris HMI Bulukumba ini.

Terpisah,  Wakapolres Saat menerima Kader HMI di Ruangan Kantornya dengan tegas mengatakan tidak ada kader HMI yang menjadi target Operasi (TO). Menurutnya penggerebekan dilakukan dengan dasar adanya laporan masyarakat.

” karena jika ada laporan dari masyarakat lantas tidak di respon maka nanti pihak kepolisian juga dianggap tidak netral atau tebang pilih, dengan dilakukannya penggrebekan ini sudah menjelaskan kemasyarakat bahwa kader HMI tidak terindikasi memakai narkoba,”Terang Kompol Agus Haerul.

Selanjutnya,  pihaknya pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami kader HMI lantaran proses penggerebakan yang dilakukan anggota polres Bulukumba.  “Kami Memohon Maaf jika dalam proses penggrebekan tersebut menimbulkan ketidak nyamanan, dan kami berharap dan meminta adik-adik HMI terus mendukung kerja kepolisian. Siniergi ini harus terus terjaga, ” Tutup Wakapolres Bulukumba, yang kerap terjung langsung melakukan operasi ini.

Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandy,  mengaku kaget dengan adanya informasi penggerebekan yang dilakukan anggoatanya disalah satu tempat tinggal kader HMI.  “Sebenarnya saya juga tidak habis fikir kalau adik-adik HMI tiba-tiba di grebek, dan saya tahu setelah kejadian, apalagi kan selama ini kami intens berkomunikasi untuk memberantas narkoba dan kasus-kasus lainnya,”terang mantan Kapolres Bantaeng ini.

Iapun mengakui adanya standar prosudural penggerebekan yang kurang dijalankan oleh anggota satuan narkoba,  salah satunya soal etika.  “Persoalan tidak nyaman, kami mohon maaf, muda-mudahan dengan kejadian ini ada hikmahnya, HMI dan kepolisian terkhusus satuan narkoba lebih dekat dan dapat bekerjasama untuk saling menguatkan dalam hal memberantas narkoba terkhusus di Kabupaten Bulukumba,”tutupnya.

Ditempat terpisah,  Ketua Umum HMI Bulukumba, Rakhmat Fajar berharap tidak adalagi miss komunikasi antara HMI dan pihak kepolisian. Apalagi selama ini secara tidak langsung HMI ikut membantu pihak kepolisan dalam rangka penegakan hukum termasuk peran terhadap narkotika.

 

“kami menduga ada oknum yang mau sengaja membenturkan HMI dan Polres Bulukumba.  Secara tegas juga saya sampaikan,  kalau memang benar ada oknum kader HMI yang terlibat narkoba,  kita tidak akan lindungi dan polisi jangan tebang pilih bahkan kita mendukung penuh untuk diproses asalkan sesuai aturan dan standar prosedur. Bahkan kalau terbukti kita akan pecat dari keanggotan HMI apalagi jika itu pengurus cabang,”tegas Fajar.

To Top