Duh..,Sarang Burung Walet Makin Menjamur di Bulukumba,  Ada Izin? – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Duh..,Sarang Burung Walet Makin Menjamur di Bulukumba,  Ada Izin?

ilustrasi (int)

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Bangunan sarang burung walet di Kabupaten Bulukumba hingga kini kian menjamur. Selain di Kecamatan Ujung Bulu, sarang burung walet juga mulai marak di luar kota.

Beberapa warga pemilik bangunan sarang walet mengaku jika banyaknya warga membangun sarang walet ini karena tergiur dengan harga sarang burung walet yang tinggi.

“Kita juga sebenarnya berminat punya bangunan sarang burung walet, tapi apa daya kita tidak punya modal untuk membangun bangunan sarang burung walet ini,” tutur Muksin warga Kecamatan Ujung Bulu kepada RADAR SELATAN, Minggu, 14 Mei 2017.

Rusdi, seorang pemilik bangunan sarang burung walet di Kecamatan Gantarang mengaku jika ia sudah dua tahun memiliki bangunan sarang burung walet.

“Awalnya kita bangun ruko, tapi salah satu ruangan saat itu sering dimasuki burung walet. Lalu sekalian saja kita buatkan tempat masuknya dan tempat bersarang di dalam ruangan,” ujarnya.

Kini Rusdi mengaku memiliki dua bangunan sarang burung walet. Namun yang sudah menghasilkan baru satu bangunan, sebab satu bangunan lainnya masih baru selesai dibangun.

Sementara itu, Anggota DPRD Bulukumba Andi Tenri Allang mengatakan bahwa secara kelembagaan DPRD mendesak agar pihak Pemerintah Kabupaten Bulukumba segera duduk bersama dengan DPRD untuk mencarikan solusi terkait banyaknya keluhan terkait maraknya sarang burung walet tak berijin.

Satu-satunya jalan untuk membatasi budidaya itu, adalah pungutan pajak, selain itu harus dilakukan pemantauan dan penindakan secara tegas terhadap izin-izin bangunan ruko atau gedung agar tidak menyalahi aturan.

“Jika ada bangunan ilegal atau liar yang sengaja dijadikan sarang walet, segera ditindak dan jangan ditolerir,” katanya.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengatakan jika selama ini memang ada beberapa oknum yang menyalahgunakan ijin ruko mereka dengan mengembangkan budidaya sarang burung walet.
Makanya, pemerintah kabupaten akan kembali meminta tim untuk mencatat semua jumlah sarang burung walet dan kemudian memisahkan antara yang mengantongi izin dengan tidak.

“Kami upayakan semua usaha walet harus berizin, makanya harus didata,” katanya. (*)

To Top