Guru SD Pertanyakan Pemotongan Gaji untuk Mantan Istri – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Guru SD Pertanyakan Pemotongan Gaji untuk Mantan Istri

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Sejak bercerai dari istrinya Hj. Berawati 2013 silam, Ahmad Yasin masih terus mencari keadilan. Pasalnya, gaji sebagai guru dipotong 50 persen oleh Dinas Keuangan Bulukumba dengan alasan untuk membiayai kehidupan sang mantan istri yang juga PNS.

Saat bertandang ke redaksi RADAR SELATAN, Rabu, 17 Mei 2017, Ahmad Yasin memperlihatkan semua dokumen terkait masalahnya itu. Menurut Ahmad Yasin, sampai saat ini ia mengaku tidak tahu menahu dasar dari pemotongan gaji tersebut.

“Saya sampai putus asa karena berkali-kali keluar masuk dinas keuangan untuk menanyakan hal ini tapi tidak ada penjelasan,” ujar Ahmad Yasin dengan suara terbata.

Ahmad Yasin merasa terzalimi karena saat ini ia harus menanggung beban cicilan di bank dan sudah beristri lagi pasca bercerai 2013 lalu.

Sebagai guru di SD 82 Palampang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, ia mengaku setiap bulan hanya menerima gaji kurang lebih Rp 2 juta. Itupun ia masih harus membayar cicilan di BRI sebesar Rp 2 juta. “Bagaimana saya bisa hidup dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Soal pemotongan gaji 50 persen kata Ahmad Yasin, juga tanpa sepengetahuan dirinya. “Tidak ada persetujuan dari saya dan tidak ada keputusan pengadilan soal pemotongan gaji,” terang Ahmad Yasin.

Setahu saya kalau hal seperti itu harus ada keputusan bersama dari pengadilan sedangkan ini tidak ada. “Seandainya ada anak yang menjadi tanggungan tidak apa-apa gaji saya dipotong 50 persen tapi ini tidak ada tanggungan anak, jadi saya sangat keberatan dan merasa sangat terzalimi, karena biaya untuk aktivitas mengajar juga sudah tidak mencukupi,” ungkapnya.

Ahmad Yasin mengungkapkan sejak gajinya terpotong, ia telah melapor ke beberapa instansi terkait bahkan ke pemerintah daerah namun tidak ditindaklanjuti. Bahkan pangkatnya sempat diturunkan tanpa keputusan sidang.

“Saya melapor ke beberapa instansi terkait tapi tidak ditindak lanjuti yang ada hanya jabatan saya yang diturunkan, jadi. saya berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan kebijakan, kalau memang harus dibagi sebaiknya dibikinkan surat kuasa berapa yang diperuntukkan untuk mantan istri saya, istri sekarang dan untuk saya,” tutupnya. (sum/wan/B)

To Top