Soal Banjir, Wabup Bulukumba Minta Maaf – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Soal Banjir, Wabup Bulukumba Minta Maaf

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Usai berbuka puasa di posko pengungsian banjir di Bappeda, Wabup Tomy Satria Yulianto melanjutkan shalat Isya dan tarawih di Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba, Minggu (28/5).

Sebelum ceramah tarawih, Tomy Satria menyampaikan sambutan di hadapan para jamaah masjid. Tomy menyebut bahwa saat ini masyarakat Bulukumba mendapatkan ujian karena adanya sejumlah titik banjir di beberapa wilayah Bulukumba. Ujian tersebut, kata Tomy bagi warga yang rumahnya kena banjir harus mengungsi. Dirinya berharap warga menyikapi musibah ini dengan sabar.
“Kami telah menginstruksikan kepada pihak terkait seperti Badan Bencana, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk segera merespon dan mengevakuasi warga yang terkena banjir” pinta Tomy Satria.

Lanjut Tomy, bagi warga yang tidak terkena dampak banjir, itu juga merupakan ujian, bagaimana menyikapi musibah tersebut untuk saling berbagi sesama warga, apalagi ini bulan ramadhan.

Tomy pun mengajak jamaah untuk menjaga kebersamaan, berbuat dan memberikan kepedulian kepada sesama.

“Momentum bulan puasa ini untuk berbagi dan membangkitkan kembali nilai kemanusiaan kita.
Mari perlihatkan empati dan kebersamaan bagi saudara-saudara kita yang kena banjir” tuturnya

Tomy tidak menutup mata terhadap kritikan yang muncul utamanya di media sosial. Menurutnya apa yang terlihat dengan banjirnya beberapa titik, itu disebabkan karena faktor multidimensi, sehingga tidak bisa menyalahkan satu pihak saja, dan musibah ini harus dipandang lebih komprehensif.

“Kami memohon maaf apabila ada pelayanan yang belum maksimal.
Karena bisa jadi kami belum bisa memuaskan semua keinginan masyarakat. Mohon doakan kami bisa bekerja lebih baik” imbuh Tomy Satria.

Sementara itu ceramah tarawih yang disampaikan oleh ustadz Ikhwan Bahar, mengatakan bahwa
Ada hal yang harus diluruskan terkait bulan ramadhan. Selama ini kata dia tolak ukur ramadhan adalah puasa saja yang hanya sekedar menahan lapar dan haus atau tidak bercampurnya suami istri.

Padahal, ramadhan itu bukan hanya puasa saja yang dapat membawa manusia menjadi bertaqwa. Di bulan ramadhan dituntut juga untuk menahan diri seperti menggunjing dan sebagainya, utamanya yang dilakukan di media sosial.

“Mari kita berevolusi diri bahwa ramadan ini kita bisa menjadi yang lebih baik. Mari melawan globalisasi seperti media sosial dan televisi yang sudah masuk di ruang kamar dan di atas tempat tidur kita, karena bisa jadi itu menjadi penghalang bagi ibadah-ibadah ramadhan kita” kata Ketua Dai Muda Bulukumba ini.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!