HMI Bulukumba Nilai Kejaksaan Dipecundangi DPO Korupsi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

HMI Bulukumba Nilai Kejaksaan Dipecundangi DPO Korupsi

BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID – – Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi) Cabang Bulukumba, menilai kejaksaan dipermainkan alias dipecundangi oleh para DPO tersangka kasus korupsi. Betapa tidak, ada dua tersangka yang sudah bertahun-tahun namun hingga kini kejaksaan kewalahan menangkapnya.

Keduanya adalah mantan Direktur Akper Bulukumba, Riswan Marsal yang menghilang pasca ditetapkan tersangka, bahkan keberadaanya bak ditelan bumi. Dia sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bantuan bagi mahasiswa kelas keluarga miskin daerah terpencil (Gakindacil) senilai Rp1,1 miliar periode 2007-2009, dalam kasus ini negara dinilai merugikan negara hingga Rp331 juta.

Ketua Umum Hmi Bulukumba, Rakhmat Fajar menjelaskan, kejaksaan Bulukumba dinilai dipermainkan oleh para DPO narkoba, bahkan kejaksaan dinilai tak berkutik dalam menangkap pelaku korupsi. Alasanya, selain Rizwan Marsal yang masih berkeliaran menghirup udara bebas, ada nama adik kandung mantan Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, yaitu Rusdiyanto hasan yang merupakan tersangka pengadaan kendaraan dinas penyuluh pertanian sebesar Rp221 juta dari total Rp700 juta lebih tahun 2013 silam.

“Yah saya nilai kalau Pak Jaksa ini tidak berkutik tuntaskan ini kasus, sudah berapa kali pergantian pejabat kejaksaan tapi buktinya apa. Selalu bahasa diplomatis, yah percayakan ke kami, kami sedang lakukan ini lakukan itu, kami sedang koordinasi ini dan itu, selalu itu saja. Tapi buktinya apa. Selaku penegak hukum saya yakin banyak instrumen lain yang bisa ditempuh, yah itu kalau memang kejaksaan serius, “ujarnya.

Fajar menambahkan jika kejaksaan tak ingin kehilangan kepercayaan masyarakat Bulukumba, maka harusnya lebih serius menangkap para DPO Korupsi maupun mengusut tuntas kasus korupsi yang ditangani. Belum ditangkapnya para DPO kurupsi menjadi catatan kelam kinerja kejaksaan Bulukumba, pasalnya kasus tersebut telah beberapa kali ulang tahun. Padahal menurut dia, untuk menangkap kedua DPO tersebut bisa ditempuh dengan banyak cara, seperti Rusdianto Hasan, yang merupakan keluarga dekat dari Mantan Bupati Bulukumba.

“Memangnya itu Riswan Marsal, dan Rusdianto Hasan ini memiliki ilmu kanuragan bisa menghilang sekejap mata. Disetiap kabupaten dan wilayah di Indonesia ini kan ada kejaksaannya saya rasa, dan ada polisinya untuk diajak koordinasi. Teroris saja gampang sekali ditangkap, kan bisa datangi keluarganya. Dan saya rasa menejemen Akper pasti ada informasi soal Ridwan Marsal, kalau mau terang menderang ini kasus Akper, kuncinya ada di Riswan Marsal, “imbunya.

Sekretaris Umum Hmi Bulukumba, Ar Ebit Supadi, menambahkan tidak ada alasan bagi kejaksaan untuk tidak mengusut tuntas kasus Akper dan beberapa kasus lainnya. Pihaknya mendesak agar kejaksaan segera memeriksa sejumlah saksi dan menejemen pihak Akper.

“Secara kelembagaan Hmi meminta kejaksaan untuk tidak main main lah. Kasus ini sudah lama, tapi hanya menangkap satu orang saja susah. Saya rasa wajar kalau kami ini mendesak kasus ini dituntaskan karena ini uang rakyat, kita tidak mau kasus seperti ini kembali terjadi, “katanya.

Terpisah, Kasi intel kejaksaan, Sarwanto, mengaku pihaknya terus mencari informasi keberadaan Riswan marsal.” Kita sudah koordinasi seluruh pihak berwenang, percayakan ke kami. Dan kita butuh infromasi tersangka, “katanya.

To Top