Ketum HMI: Kegagalan Bulukumba Raih Adipura Ajang Evaluasi Bukan Menyalahkan – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Ketum HMI: Kegagalan Bulukumba Raih Adipura Ajang Evaluasi Bukan Menyalahkan

*Ini Rekomendasi Hmi untuk Pemda

BULUKUMBA,RADAR SELATAN. CO.ID  – – Kegagalan Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba, meraih piala Adipura, menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak. Sejumlah komentar datang dari berbagai pihak, hal tersebut wajar saja. Pasalnya, setelah empat kali mendapatkan adipura secara berturut-turut, ditahun 2017, Bulukumba gagal meraih kembali.

 

 

Komentar juga datang dari Ketua Umum Hmi Bulukumba, Rakhmat Fajar, dia mengatakan pro dan kontra maupun kritikan adalah hal yang wajar dalam rangka mendorong maksimalisasi kinerja pemerintahan. Dia menjelaskan kegagalan Pemkab Bulukumba, meraih adipura harusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh stakeholder khususnya pemerintah daerah​, bukan malah mencari siapa yang salah. Meski memang tidak bisa dinapikkan kalau ini menjadi tanggunjawab utama pemerintah daerah.

“Maaf kami di Hmi tidak dalam posisi pro atau kontra. Tapi ada baiknya kegagalan ini sebagai ajang evaluasi. Saya yakin setelah ini, pemerintah akan segera berbenah. Hmi tantang Pemkab, tahun depan bisa raih adipura kembali sebagai kado untuk masyarakat Bulukumba. Selain itu kami juga berharap Bupati dan wakil Bupati segera mengevaluasi kinerja OPD sampai ditingkat kelurahan, “katanya.

Fajar mengatakan, raihan adipura yang didapatkan sebelumnya adalah hadiah kolektif seluruh elemen Kabupaten Bulukumba, tidak hanya semata milik pemda. Sehingga kegagalan saat ini harusnya menjadi evaluasi bersama, untuk selanjutnya bahu membahu demi diraihnya kembali Adipura.

 
“Jika adipura kita raih ini menjadi kebangaan kita bersama baik pemerintah dan masyarakat. Begitupun jika gagal harusnya menjadi evaluasi untuk kita semua. Bulukumba ini adalah rumah kita, dimana yang ada didalamnya merasa memiliki, “katanya.

 

 

Fajar melanjutkan agar Adipura bisa kembali diraih pada tahun selanjutnya, Hmi menyarankan adanya kampanye bersih diseluruh tingkatan melalui kinerja aktif tidak hanya sebatas slogam semata. Selain itu pihaknya merekomendasikan agar Pemda melakukan Inovasi, regulasi dan kolaborasi. Inovasi yang dimaksud adalah, adanya pengelolaan sampah rumah tangga kreatif dilingkup RT ataupun lingkungan begitu juga dengan tata kelolah ruang terbuka hijau. Sedang regulasi, lanjut Fajar, adalah DPRD bersama Pemda, membuat peraturan daerah (Perda) yang mengatur soal tata kelolah sampah dan penataan tata ruang, yang didalamnya berisi aturan maupun insentif bagi daerah atau pihak yang berkontribusi. Sementara kolaborasi yang dimaksud adalah, membangun partisipasi bersama seluruh stakeholder yang dimotori Pemda melalui maksimalisasi OPD.

 
“Kan dalam Permen Lingkungan Hidup Nomor Tahun 2011, Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura dijelaskan pada Pasal 14 ayat (2) huruf a diterangkan soal penilian adipura yang meliputi Penilaian non fisik, seperti, kelembagaan, anggaran, sarana dan prasarana, partisipasi masyarakat dan sebagainya, “jelasnya.

 
Terakhir Fajar menjelaskan, dengan diketahuinya fokus indikator penilaian Adipura, paling tidak telah menjadi dasar bagi seluruh stakeholder yang dimotori pemda untuk segera memenuhi seluruh prasyarat penilaian adipura.

.

” pada Pasal 20 juga dijelaskan soal Lokasi pemantauan seperti permukiman, fasilitas kota, pasar, perkantoran, sekolah, hutan kota, taman kota, terminal, sungai atau kanal, TPA, Pemilahan sampah. Kalau semuanya ini bisa dikelolah dengan baik kita yakin Adipura bisa diraih kembali, yah tentu dengan bahu membahu dan keseriusan pemerintah daerah, “tutupnya.

To Top