Hmi Lapor Akun Facebook Dugaan Penghinaan Organisasi ke Polisi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Politik

Hmi Lapor Akun Facebook Dugaan Penghinaan Organisasi ke Polisi

AKBAR WAHYUDI/RADAR SELATAN PERLIHATKAN. Sekertaris HMI Cabang Bulukumba, bersama pengurus lainya memperlihatkan surat laporan polisi. Mereka melaporkan di orang yakni Musafir dan Aiwan yang mengatakan HMI Dongo.

BULUKUMBA,RADAR SELATAN. CO. ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba melaporkan akun Facebook Musafir Bulukumba bersama satu Akun Facebook bernama,Aiwan, Senin 12 Juni kemarin, laporan tersebut dilakukan karena dianggap merusak nama baik organisasi HMI melalui akun Facebook, dengan mengatakan HMI Dongo (Bodoh, red).

 

 
Kepada RADAR SELATAN,  Sekertaris HMI Cabang Bulukumba, Ar Ebit Supadi mengatakan jika kecewa akan Musafir dan Aiwan yang telah menjelekkan organisasinya, apalagi HMI selama ini bergerak untuk kepentingan ummat dan bangsa, sehingga tuduhan HMI orderan serta mencelakai oknum tertentu itu salah kesalahan besar.

Ebit Meminta kepolisian bekerja profesional dalam menjalani kasus tanpa sebelum, sebelum HMI secara tegas bertindak

 
” HMI ada organisasi Mahasiswa  tertua dan terbesar, yang sengaja dicetak untuk menjadi kader bangsa dan ummat, sebagai mitra kritis dan mitra solutif,” ujar pria yang akrab disapa Ebit itu.

 

Ketua Umum Hmi Bulukumba, Rakhmat Fajar, mengatakan persoalan tersebut selain telah dilaporkan secara resmi ke pihak berwajib, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Badko Hmi Sulselbar dan PB-HMI.

 

“kita berharap polisi tegas dan tidak ragu memproses pencemaran nama baik Hmi, sanksi setegas-tegasnya seseui degan UU berlaku, pencemaran tersebut tidak hanya melukai kader HMI Bulukumba namun secara nasional. Kalau personal saya dibilangi dongo yah wajar saja karena saya masih belajar, tapi kalau lembaga,  jelas ini akan mengundang reaksi seluruh kader hmi, “katanya.

 

 

Terpisah, Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan, HMI Cabang Bulukumba, Adi Tompel Secara pribadi mengaku telah memaafkan, namun secara kelembagaan meminta agar kepolisian untuk bertindak adil dan melakeanakan penindakan hukum yang sesuai UU yang berlaku.
Kasus pencemaran nama baik ini berawal pada status akun Facebook Musafir bulukumba, pertanggal 8 Juni kemarin, yang menulis didinding halamannya, menggunakan bahasa daerah yang pada intinya mengomentari  soal advokasi  yang dilakukan  pengurus HMI terkait kasus korupsi Akper.

Sementara Aiwan dengan lugas mengomentari, dengan menulis HMI Dongo sehingga mengundang banyak komentar dari kader Hmi.(Akbar)

 

To Top