Tak Satupun Perwakilan Pemerintah Hadiri Dialog Membincang Kegagalan Bulukumba Raih Adipura – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Tak Satupun Perwakilan Pemerintah Hadiri Dialog Membincang Kegagalan Bulukumba Raih Adipura

*Soal Adipura, Kegagalan Pemerintah

MAKASSAR, RADAR SELATAN. CO.ID – – Sejumlah anggota Grup “Bulukumba Accarita” merasa kecewa, lantaran Dialog Terbuka yang membincang kegagalan Bulukumba raih adipura, di Warkop Bundu, jalan Hertasning, Sabtu 17 Juni 2017, tak satupun dihadiri oleh pemerintah daerah.


Akbar, salah satu penitia pelaksana dan admin grup Bululumba Accarita, menjelaskan kalau Panpel telah melayangkan undangan kepada AM.Sukri selaku Bupati beberapa hari yang lalu sebelum kegiatan dilaksanakan.

 

 

” Kami merasa kecewa tidak adanya seorang pun wakil Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Dimana seharusnya merekalah ( Eksekutif ) yang tepat untuk menjelaskan kenapa Bulukumba tak mampu lagi mempertahankan Adipura, padahal kegiatan ini bertujuan membantu pemerintah dalam rangka mendorong maksimalisasi kinerja ” jelas Akbar

 

 

Senada juga disampiakan, Yusuf Al-Kindhi, ia menilai ketidakhadiran Pemda menimbulkan sejumlah tanda tanya. Ketidakhadiran Pemda dalam dialog tersebut menjadi wajar dipersoalkan sejumlah anggota Grup Bululumba Accarita. Pasalnya, dialog tersebut menjadi ruang kepada publik sekaligus ruang klarifikasi oleh pemda atas kegagalan meraih adipura. Hanya saja sampai acara berakhir tak satupun perwakilan pemerintah yang hadir berdialog dengan peserta.
“Sangat disayangkan karna eksekutif lah yang berperang penting dalam tema yang diusung teman teman, mungkin saja mereka tidak hadir karna tidak ada pemberitahuan secara resmi ke kediamannya atau seolah menutup mata terhadap kegagalan mempertahankan adipura, ini juga menimbulkan beberapa reaktif dari beberapa kalangan okp yang tergabung dalam grup, karna seharusnya eksekutif memberikan penjelasan kepada semua teman teman okp dan beberapa narasumber. Namun kami mempunyai hasil diskusi untuk diberikan kepada pemerintah daerah. Kita rencanakan masih ada dialog susulan di Bulukumba,”katanya.

 

 

Terpisah, Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Arum Spink, menjelaskan ada empat poin yang kerap menimbulkan polemik di masyarakat, yaitu soal proyek yang tidak pro rakyat, mutasi yang tidak sesuai aturan, pengangkatan CPNS , dan soal penghargaan salah satunya soal piala adipura.
“Kalau ditanya soal apakah penting piala adipura, saya bilang wajib hukumnya, karena ini cara untuk meyakinkan publik atas kinerja dan merupakan kebangaan, soal kedua itu aapakah ada insentif atau tidak. Soal adipura tidak ada logikanya masyarakat disalahkan, adipura itu domain pemerintah dan tanggunjawab pemda. Saya mau bilang logikanya anggota DPRD tidak ada yang benar, tujuanya apa?, sebagai instrumen untuk mengkritisi pemerintah.Apalagi kan DPRD sudah mensupport dana, “pungkasnya dihadapan peserta dialog.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, mengatakan Kalau ketidak hadiran pemerintah disebabkan tidak ada pemberitahuan oleh pelaksana untuk menghadiri acara tersebut. Dia mengaku, secara pribadi hanya tahu dari media sosial soal dialog yang membahas tentang adipura dan gagalnya Bulukumba meraih penghargaan tersebut tahun ini. Meski demikian, iapun mengaku pihaknya
Telah menyusun rencana aksi untuk memperbaiki indikator yang masih kurang dimasa mendatang.

 

 
“Mengenai dialog yang dilakukan oleh beberapa pihak bagi kami memaknainya sebagai vitamin yang baik untuk menjadi masukan bagi kita semua agar penghargaan itu bisa kita raih. Harapannya, rekomendasinya memberikan gambaran tentang berbagi peran agar ini bisa kita raih”katanya.

 
Tomy mengatakan, bagi pemerintah soal adipura adalah simbol kerja bersama. Simbol bagaimana semuanya mampu mewujudkan kota Bulukumba yang lebih nyaman dengan partisipasi seluruh stakeholder. Selain itu, Tomy mengapresiasi atas inisiatif para sejumlah pihak yang menggelar dialog dalam rangka mendukung pemerintah demi tercapainya maksimalisasi kinerja.

 

 

” Jadi saya juga mau sampaikan kalau Komunikasi lewat jalur lain tidak ada. Nomor yang biasa saya gunakan bermasalah dan apalikasi WA saya tidak aktif lama karena bermasalah nomor saya. Dan saya kira banyakji cara kita bisa lakukan komunikasi kalau memang serius mengajak diskusi, “katanya.

 

 

Sekedar menyampaikan, dalam Dialog Bulukumba Accarita tersebut, hadir sebagai narasumber Anggta DPRD Provinsi Sulsel, Arum Spink, Anggota DPRD Bulukumba Fahidin,
Hdk dan H Muh Thamrin.

 

 

Sementara dari kalangan Budayawan dan NGO yakni Subhan dari Ombudsman perwakilan Makassar, Sekjend LSM Lidik Pro, Muhammad Darwis, Ketua Komisi Informasi dan Partisipasi Publik, Akhmad Gazali serta puluhan undangan lainnya dari kabupaten Bulukumba, ketua KNPI Bulukumba, Idil akbar serta ratusan mahasiswa dan pemuda.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!