Grup WA Bulukumba Accarita Serahkan Rekomendasi ke Pemda – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Grup WA Bulukumba Accarita Serahkan Rekomendasi ke Pemda

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID – – Admin Grup WhatsApp Bulukumba Accarita, menyerahkan rekomendasi atas hasil dialog yang berlangsung di warkop Bundu, Makassar lalu. Ke Pemkab Bulukumba, Rabu 5 Juli 2017.

Penyerahan rekomendasi tersebut, diwakili Admin Bulukumba Accarita, Anas Fadli, Akbar dan Rakhmat Fajar yang juga Ketua Umum Hmi Bulukumba, dan diterima langsung Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, diruang kerjanya didampingi Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Misbawati Andi Wawo.

 

Salah satu Admin Grup WhatsApp Bulukumba Accarita, Akbar mengatakan, penyerahan rekomendasi dalam bentuk naskah akademik tersebut sebagai tindaklanjut atas hasil dialog beberapa waktu lalu yang membincang soal kegagalan Bulukumba meraih adipura.

 

“salah satu diantara yang kita rekomendasikan soal jumat bersih, pengelolaan sampah berbasis IT, dan pengupahan petugas kebersihan sesuai UMR, “katanya.

 

Hal lain juga disampaikan, Anas Fadli, dia berharap dengan diserahkannya rekomendasi tersebut, bisa menjadi bahan telaah pemerintah daerah dalam menyusun program.

” Ini bentuk keseriusan kita dalam memberikan masukan kepemerintah,”katanya.

Hal serupa juga disampaikan, Rakhmat Fajar, pada kesempatan itu juga ia menyampaikan beberapa hal terkait dukungan Grup WhatsApp Bulukumba Accarita, kepada pemerintah agar mampu meraih adipura pada penilian selanjutnya. “Salah satunya soal regulasi, dimana Pemda bersama DPRD membuat aturan bersama soal pengelolaan sampah, selain itu juga perlu adanya koloborasi, artinya pemerintah bersama seluruh stakeholder harus menumbuhkan budaya sadar kebersihan,” katanya.

 

Terpisah, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, mengatakan pada dasarnya bukan prestise melalui penghargaan yang menjadi tujuan utama, tapi lebih kepada tumbuhnya budaya kesadaran soal pentingnya menjaga kebersihan. Bukan justru hanya pada momen tertentu saja, namun berkesinambungan. Dia menambahkan, pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah agenda kerja, diantaranya pada tahun anggaran baru akan dibuat waduk dan kanal.

 

” Pada intinya saya mewakili pemerintah daerah mengucapkan Terima kasih atas wujud kepedulianta semua untuk kebaikan Bulukumba, ini tentu menjadi masukan untuk jadi bahan masukan bagi pemerintah, “katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Misbawati Andi Wawo, menjelaskan, salah satu penyebab Bulukumba, gagal meraih adipura, karena sistem penilian yang berbeda. Tidak hanya soal kebersihan, namun pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Pada penilaian kali ini, Bulukumba hanya mendapatkan nilai 74,23, sedang yang berhak masuk nominasi peraih adipura diangka 75.

 

“Soal insentif para petugas kebersihan, dari awalnya Rp1, 2 juta kita sudah naikkan Rp1,5 juta. Yah meski dibawah UMR Rp2,4 juta, tapi kita lihat lagi hitungan jam kerjanya. Kan kalau Rp2, 4juta itu 8 jam kerja. Tapi untuk petugas kebersihan kita hanya 5 jam saja, “jelasnya.

 

Tidak hanya itu, para petugas kebersihan yang berjumlah 164 telah dimasukkan kedalan BPJS Ketenagakerjaan dan didalamnya telah terdapat tabungan hari tua. Misbawati, menambahkan, untuk mendukung program kerja Lingkungan hidup, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Jica dengan melibatkan pendampingan lingkungan hidup asal Jepan.

 

“untuk mendukung kerja petugas kebersihan ada 47 unit motor sampah dan disiapkan dana bahan bakarnya hingga 4 kali res. Hanya saja tidak bisa kita pungkira masih ada oknum yang bermain yang hanya 2 sampai 3 kali saja mengagkut sampah, makanya kita akan perketat dipengawasan, “jelasnya. (fajar)

 

To Top