Puluhan Kader Hmi Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Proses Hukum Penghina Lembaga – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Puluhan Kader Hmi Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Proses Hukum Penghina Lembaga

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID – – Sekitar 50-an kader Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi) Cabang Bululumba, menggelar aksi di halaman Polres Bulukumba, Rabu 5 Juli 2017. Dalam aksi tersebut, puluhan kader menuntut Kapolres Bulukumba, untuk segera mengusut tuntas laporan dugaan penghinaan lembaga yang dilakukan Akun Facebook Musafir Bulukumba dan Aiwan.

 

Dari pantauan Radar Selatan, aksi tersebut sempat ricuh, lantaran massa menunggu lama kehadiran Kapolres Bulukumba, AKBP Anggi Nualifar Siregar. Sehingga para pengunjuk rasa membakar ban dan menahan kendaraan. Situasi mulai meredah setelah hampir sejam lamanya Kapolres menemui para pengunjukrasa.

 

“Kita turun aksi bentuk kekecewaan kita kepada polisi yang lambang menangani kasus yang kita sudah laporakan sejak 26 hari lalu, “ujar Adi Tompel, Kabid PTKP Hmi Cabang Bulukumba.

Ketua Umum Hmi Bulukumba, Rakhmat Fajar menambahkan, pihaknya mendesak Kapolres Bulukumba, untuk dicopot dari jabatanya jika tidak bisa menuntaskan kasus tersebut, bahkan pihaknya berencana akan menggelar aksi susulan jika tidak ada tindaklanjut.

“Kalau tidak bisa, yah copot saja. Tapi saya yakin polisi tidak takut untuk mengusut tuntas kasus ini. Polisi harus memperlihatkan integritasnya, “katanya.

Sekretaris Umum Hmi Bululumba, Ar Ebit Supadi, mengungkapkan, kasus ini menjadi penting untuk diisut agar tidak ada lagi kasus serupa dan memberikan efek jera agar tidak membuat ujaran atau status yang merugikan lembaga.

” Dimata hukum semua sama, tidak ada yang kebal hukum. Siapa yang salah, maka wajib hukumnya polisi mengusut dan memprosea itu, “katanya.

Terpisah, Kapolres Bulukumba, AKBP Anggi Nualifar Siregar, dihadapan para pengunjuk rasa, mengaku telah menerima laporan tersebut. Bahkan wujud keseriusan pihaknya, sesaat setelah aksi unjuk rasa. Pihak kepolisan langsung memeriksa saksi-saksi.

 

“Setelah ini, siksa bisa langsung di periksa. Tidak usah copot-copot Kapolres, kan nantinya saya akan pindah, cuma tidak tau waktunya kapan, hargai proses hukum. Kita akan periksa saksi ahli tata bahasa dan fakar telematika. Intinya berikan kami waktu untuk memproses ini, “pungkasnya.

 

To Top