Pasien Sumbing asal Bulukumba Sukses Dioperasi. Keluarga Pasien: Satu Rupiahpun Kami Tak Bayar dan Tidak Dipersulit Birokrasi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hiburan

Pasien Sumbing asal Bulukumba Sukses Dioperasi. Keluarga Pasien: Satu Rupiahpun Kami Tak Bayar dan Tidak Dipersulit Birokrasi

 

MAKASSAR, RADAR SELATAN – – Sebanyak empat pasien bibir sumbing dan celah langit-langit, asal Bulukumba, telah menjalani proses operasi di Rumah Sakit Bayangkara, Makassar, Minggu 9 Juli 2017. Setidaknya, ada 20 pasien yang mengikuti operasi kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan Smile Train bekerjasama Jaringan Kemanusiaan.

Keempat pasien tersebut diantaranya, tiga pasien bibir sumbing masing-masing, Fadil Rifky Alamsyah, usia Empat Bulan asal Kelurahan Sapolohe, Bontobahari. Khaerul usia 11 Bulan, asal Desa Bonto Raja, kecamatan Gantarang, dan M Arsal usai 8 Bulan, warga Desa Lembang, kecamatan Kajang. Sedang satu pasien sumbing langit-langit bernama Az Zahra (4) tahun, asal Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale.

 

Windra Aryani, ibu dari pasien asal Kecamatan Bontobahari, saat ditemui Radar Selatan, di lokasi operasi, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya saat putra keduanya tersebut telah berhasil menjalani operasi. Belum lagi, proses operasi yang dijalani anaknya tidak menemui kendala apapun.

“Ini benar benar membantu kami. Tidak ada dibayar satu rupiah pun. Kita juga tidak dimintai surat surat ini dan itu, tidak ribet birokrasinya. Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dan menggelar kegiatan ini. Hanya Tuhan yang bisa membalasnya. Bahkan ada orang dermawan yang juga membantu, “ujarnya.

Baharuddin, ayah dari M Arsal asal Desa Lembanna, Kajang, mengungkapkan hal yang sama, sebagai keluarga yang kurang mampu, kegiatan kemanusian yang dilakukan smile Train, sangat membantu, apalagi dalam operasi yang dijalani anaknya lancar tanpa kendala dan tidak dipersulit birokrasi apalagi dipungut biaya. Selain itu, Pihak medis dan penyelenggara kegiatan memberikan pelayanan yang maksimal. Bahkan, keluarga pasien telah disediakan tempat istrahat dan makan. Dia berharap agar kegiatan tersebut bisa berkesinambungan dilaksanakan, termasuk penyelenggara kesehatan di Bulukumba.

“Saya tidak bisa berkata banyak selain rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mambantu kami. Ini sangat sangat membantu tidak ada satupun proses yang di persulit, kita cukup datang dilokasi operasi,”ceritanya.

 

Manusia sejatinya adalah mereka yang selalu tersentuh dengan nilai-nilai kemanusian. Kepedulian terhadap sesama menjadi bukti dasar kemanusian baik  individu maupun kelompok. Ditengah arus modernisasi dan globalisasi, tak jarang membuat sebagian orang acuh dan tak peduli lagi dengan penderitaan dan masalah yang dihadapi sesamanya, meski demikian masih banyak juga individu ataupun kelompok maupun lembaga kemanusian yang masih tergerak hatinya dalam membantu masyarakat. Smile Train misalnya, lembaga kemanusia yang konsen dibidang kesehatan khususnya membantu sesama yang mengalami sumbing bibir dan langit-langit

 

Soaial Worker, Smile Trian, Wilayah Sulawesi-Selatan, Lili, mengatakan, salah satu motivasi pihaknya terus melakukan kegiatan kemanusiaan, karena setiap tahunya ada ribuan anak yang terlahir dalam kondisi  celah bibir dan langit-langit. Tanpa tindakan operasi korektif, anak-anak tersebut dapat hidup terisolasi dan menderita seumur hidup. Bahkan banyak anak tidak dapat melakukan aktifitas lantaran dikucilkan di lingkunganya, sehingga Hak asiasinya terampas oleh keadaan. Smile Train merupakan organisasi amal terbesar yang khusus menangani celah bibir dan langit-langit.

 

“Tujuan utama kami adalah memberikan pengobatan dan perawatan celah bibir dan langit-langit yang aman dan berkualitas kepada  pasien yang tidak mampu dalam hal ekonomi. Makanya, kami sangat sayangkan itu kalau sudah kami data, lalu tidak bisa hadir, kegiatan ini gratis. Cukup kalau di daerah ada lembaga atau pemerintah yang pasilitasi untuk akomodasinya saja,”kata Lili yang ditenui di Sela-sela kegiatan operasi gratis tersebut.

 

Dia menambahkan, Setiap anak yang lahir sumbing di dunia memiliki kesempatan untuk hidup seutuhnya, dan hidup produktif. Sehingga sangat keliru bagi mereka yang memperlakukan suadara yang memiliki keterbatasan untuk tidak mementaskan dirinya. Menurutnya, para penderita bibir sumbing kerap tak diobati lantaran terkendala perekonomian keluarga, olehnya Smile Train, terus berkomitmen menyelenggarakan operasi dan pengobatan bibir sumbing gratis.

 

“Kalau normal memang kan itu belasan bahkan puluhan juta. Tapi kami di Smile Train, kalau pasien dan keluarganya tersenyum, itu adalah bayaran yang tidak ternilai. Itu puncak kebahagian kami. Dan dokter yang kami hadirkan ini adalah ahli beda plastik dari Jakarta,”jelasnya.

 

Lili menambahkan, kesuksesan acara operasi gratis dilihat dari jumlah pasien dalam sekali menggelar acara. Menurutnya kegiatan operasi bibir sumbing sendiri hampir setiap bulannya di gelar namun dilokasi berbeda di Sulsel, hanya saja lokasinya belum pernah menyentuh wilayah Selatan Sulsel, olehnya pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah lembaga kepemudaan dan kemahasiswaan di Wilayah Selatan Sulsel, untuk nantinya digelar disana.

 

” Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dan fasilitasi dari teman teman jaringan kemanusian, dan anak relasi kita para anak muda di setiap Kabupaten. Kami senang karena kegiatan begini yang terlibat itu anak anak muda yang peduli sesama, “katanya.(Fajar)

To Top