Penting!!, Mengetahui Dampak Pernikahan Dini Untuk Kesehatan Reproduksi. Begini Saran Dokter – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hiburan

Penting!!, Mengetahui Dampak Pernikahan Dini Untuk Kesehatan Reproduksi. Begini Saran Dokter

dr H Rizal Ridwan , MKes, SpOG konsultan

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID – – Kabar pernikahan yang melibatkan anak usia dini kembali mencuat. Belum selesai pernikahan beda generasi, di Oku, Sumatera Selatan, antara Selamet Riyanto (16) Dan Rohaya (71), menghebohkan publik dan warganet.

 

Pernikahan yang terjadi di Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, Bulukumba, antara Awal (14) warga Asayya, Borong Rappoa, dan Awalia (14) warga Patteneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Kamis 13 Juli lalu, tak kalah hebohnya.

 

Betapa tidak, keduanya melangsungkan pernikahan saat keduanya masih berusia belia. Awal disebut masih berusia 14 tahun dan dikabarkan masih duduk dibangku kelas 2 salah satu sekolah menangan pertama di Bulukumba, begitu juga dengan sang mempelai wanita.

 

“Iya benar, yang dimaksud itu warga disini. Kalau perempuan saya tidak tau namanya, tapi yang laki laki itu namanya Awal, biasa saya lihat, dia masih duduk di kelas 2 SMP kalau tidak salah. Kemarin pestanya (Kamis 13 Juli 2017, red) ada tiga teman kantor yang hadir ke pestanya. Tapi pernikahanya tidak terdaftar di KUA kindang, mungkin di Tompobulu di daerah perempuan, bisa ditanyakan, “jelas Harun, salah seorang Staf Kantor KUA Kindang, saat dihubungi Radar Selatan, beberapa haru lalu.

 

Lantas, bagaimana pandangan dunia medis melihat fenomena pernikahan dini. dr H Rizal Ridwan, yang merupakan spesialis dokter kandungan, RSUD Sultan Daeng Radja, menjelaskan, dalam pendekatan dunia medis. Pernikahan dini atau menikah di usia muda memiliki potensi lebih besar terjadi kanker mulut rahim.

 

“untuk wanita yang melakukan aktivitas sexual di usia muda memang merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya kanker mulut rahim disebabkan belum berkembangnya sel-sel mulut rahim, “katanya.

Setiap wanita memiliki perbedaan dalam menghasilkan sel telur. Sel telur sendiri berperan penting pada proses pembuahan, kecuali pada kondisi tertentu dimana wanita tersebut tidak menghasilkan Sel telur atau bahasa medisnya di sebut anovulatoar. Kehamilan pada usia dibawah 17 tahun dapat meningkatkan komplikasi dalam kehamilan baik pada ibu maupun janinnya.

 

“Nah Idealnya umur 21 tahun krarena organ-organ reproduksi sudah baik pertumbuhannya. Tapi kalau sudah terlanjur menikah di usia muda, saya sarankan untuk hindari dulu hamil di usia muda, dan sering imunisasi mencegah terjadinya kanker mulut rahim sedini mungkin, ”
Jelas, dr H Rizal Ridwan , MKes, SpOG konsultan, yang juga pemilik klinik Daffiku.

To Top