Spesialis Dari India Beri Pelatihan Kesehatan Mata – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Spesialis Dari India Beri Pelatihan Kesehatan Mata

ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN Sejumlah peserta pelatihan kesehatan mata yang digelar HKI (Helen Keller International) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bulukumba di aula Puskesmas Caile, berfoto bersama dokter spesialis mata dari India, Satya Prabha Kotha (syah merah) yang hadir sebagai pemateri kegiatan.

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID  — HKI (Helen Keller International) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bulukumba menggelar pelatihan kesehatan mata di aula Puskesmas Caile dibuka Rabu, 19 Juli oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan, Handayani. Kegiatan yang berlangsung dua hari itu menghadirkan dokter spesialis mata dari India, dr. Satya Prabha Kotha.

Senior Program Koordinator, Wardhana Dipa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari TOT tingkat Provinsi Sulsel. Dimana tiap kabupaten mewakili peserta dari lima puskesmas. Di Bulukumba sasarannya Puskesmas Caile, Gattareng, Bintonyeleng, Lembanna, dan Bontobahari.

“Ada 15 orang peserta masing-masing tiga orang dari tiap puskesmas yang diutus dari pengelola indra, pengelola UKS dan satu dari bidan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman terkait upaya menjaga kesehatan mata dan meminimalisir risiko kerusakan mata. Dengan upaya screening mata, yakni deteksi dini dari suatu penyakit atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit.

“Untuk pemahaman yang sama screening ketajaman mata pada anak. Sasarannya itu guru penanggung jawab UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan juga kader posyandu,” ujarnya.

dr.Satya Prabha Kotha menjelaskan, penyebab kebutaan terdiri dari dua yakni dapat dihindari dan tidak dapat dihindari. Dapat dihindari seperti katarak, kelainan refraksi, luka kornea, akibat kekurangan Vitamin A dan Cacar. Sedangkan yang tidak dapat dihindari seperti faktor keturunan, kerusakan otak, dan kelainan bawahan.

“Kelainan refraksi berupa mata minus atau myopia paling banyak dialami oleh siswa-siswi SMP. Selain mata minus, ditemukan pula banyak kelainan astigmatisma atau mata silinder,” katanya. (jar)

 

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!