Tahap Dua Kasus TIK,  Terkendala DPO Tersangka, Kapolres: Hadapi Saja Proses Hukum!!  – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Tahap Dua Kasus TIK,  Terkendala DPO Tersangka, Kapolres: Hadapi Saja Proses Hukum!! 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID — Meski telah dinyatakan berkas lengkap atau P21, namun hingga kini kasus korupsi pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dinas Pendidikan, belum juga masuk proses persidangan. Belum adanya penyerahan berkas tahap dua menjadi kendalanya.
Kasi Intel Kejari Bulukumba, Sarwanto mengatakan jika kasus pengadaan TIK yang merugikan negara Rp700 juta lebih sudah dinyatakan berkasnya lengkap oleh kejaksaan. Hanya saja berkasnya tak kunjung disidangkan karena penyerahan berkas tahap dua berupa tersangka oleh pihak kepolisan belum juga dilakukan. Pasalnya, salah seorang tersangka dalam kasus tersebut yaitu, H Arifuddin saat ini tengah buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) baik kejaksaan dan kepolisian.
“Tinggal penyidik polisi saja serahkan tersangkanya, cuma kan tersangkanya ini buron,”katanya.
Kejari Bulukumba, M Ihsan saat ditemui diruang kerjanya mengatakan buronya salah seorang tersangka menjadi kendala tersendiri bagi kejaksaan untuk melanjutkan proses ke persidangan. Olehnya, ia sangat berharap bagi seluruh pihak untuk membantu dalam mencari tersangka.
“Kan kita di kejaksaan tidak sampai 20 orang, di polisi kan ada 500 an anggota. Teman-teman lembaga seperti Hmi kan bisa bantu carikan, kan anggota dan kadernya ada banyak sekali,”katanya.
Terpisah, Kapolres Bulukumba, AKBP Anggi Nualifar Siregar, melalui penyidik Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Muh Ali, mengatakan, H Arifuddin masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Maret 2017 lalu. Diakui pihaknya jika penyerahan berkas tahap dua belum dilakukan karena terkendala tersangka yang melarikan diri, sedang dalam berita acara pemeriksaan, khusus antara Muh Ajiz dan H Arifuddin harus diserahkan secara bersamaan ke kejaksaan.
“Kan ada empat tersangka, kalau Ajis dan H Arifuddin ini satu berkas karena saksinya sama. Sedang dua tersangka lannya yaitu Syamsuri berkasnya akan dilengkapi setelah pemeriksaan saksi kunci yaitu Usair Suwanto,”katanya.
Diakuinya kalau pihaknya tidak tinggal diam dalam memburu DPO H Arifuddin, upaya yang dilakukan diantaranya dengan melacak keberadaan tersangka melalui nomor telepon yang digunakan, termasuk menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat perembunyian baik di Bonto Bahari dan Makassar.
” initnya kita akan buru terus, soalnya ini jadi PR kita juga, “‘jelasnya.
AKBP Anggi Nualifar Siregar juga mengimbau kepada seluruh tersangka khususnya yang saat ini buron untuk segera menyerahkan diri. Menurutnya dengan buronnya tersangka akan memperburuk keadaan dirinya sendiri, selain akan semakin mempertegas dugaan korupsinya juga berdampak buruk bagi keluarganya.
“Jadi hadapi saja proses hukum. Kasian kan keluarganya yang lain dapat sanksi sosial. Bahkan kalau kabur kan ini semakin memperjelas kalau dia bersalah. Makanya hadapi kan biar pengadilan yang tentukan bersalah atau tidak. Jadi warga yang baik harus taat hukum,”pungkas mantan Kapolres Sidrap ini. (faj)
To Top