Hebat,  Tiga Siswa SMAN 8 Bulukumba Juara PIRN – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Hebat,  Tiga Siswa SMAN 8 Bulukumba Juara PIRN

Kepsek sma 8 Bulukumba, Jasman

LAPORAN: SUPARMAN
EDITOR: HASWANDI ASHARI

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID  — Tiga siswa SMAN 8 Bulukumba (eks. SMAN 2 Bulukumba) berhasil meraih juara pada Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVI 2017 yang dilaksanakan di Provinsi Aceh 9 hingga 16 Juli 2017 lalu.

Ketiga siswa tersebut masing-masing, Asnan Asnawi, Siti Khaerul Fathyah, dan Putri Sri Saqinah Sudirman.

Kepala SMAN 8 Bulukumba, Jasman menjelaskan, Asnan Asnawi berhasil meraih juara satu pada kategori Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Siti Khaerul Fathyah juara satu kategori IPA dan Teknologi, sementara Putri Sri Saqinah Sudirman juara terbaik kategori Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Ketiga siswa tersebut merupakan hasil seleksi PIR Regional Sulsel yang digelar di Kabupaten Bulukumba beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, ini merupakan kebanggan bagi kami dan Bulukumba secara umum,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para siswa yang telah mengharumkan nama Bulukumba bahkan Sulsel, lanjut Jasman, pihak sekolah memberikan piagam penghargaan kepada tiga siswa tersebut.

“Ini sebagai reward bagi mereka yang berprestasi. Penyerahan piagam ini kami serahkan di upacara bendara agar semua siswa melihat dan menjadi motivasi bagi mereka untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademiknya,” bebernya.

Secara khusus, Jasman juga mengapresiasi Sudirman Ambo selaku pembina KIR yang dianggap paling berperan dalam raihan prestasi para siswanya.

Dia berharap prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk semakin meningkatkan pembinaan dan pengembangan kemampuan akademik dan non akademik. Salah satunya menambah sarana dan jadwal latihan siswa yang biasanya dilaksanakan dua kali dalam sepekan menjadi tiga kali sepekan.

“Kami tidak ingin berpuas diri, semoga kedepan pada event-event yang lain kita kembali bisa turut ambil bagian baik di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional,” harapnya.

Di balik prestasi yang diraih, Jasman mengaku masih ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya dana. Menurutnya, dana pemberangkatan siswa keluar daerah khususnya transport tidak ditanggung BOS (Biaya Operasional Sekolah).

Sehingga untuk pemberangkatannya bersumber dari orang tua siswa dan pemerintah daerah. “Semoga kedepan persoalan ini dapat terselesaikan tanpa harus membebani orang tua siswa ataupun sekolah,” tutupnya. (*)
———————————————–

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!