Stok Garam Aman, Harga Jangan Dimainkan!!  – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Stok Garam Aman, Harga Jangan Dimainkan!! 

Anggota unit tipiter saat melakukan peninjauan disejumlah gudang

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID – –  Kelangkaan dan naiknya harga garam yang terjadi di Pulau Jawa dan kota kota besar lainnya, ikut berdampak di Bululumba. Meski Stok Garam di Bulukumba dinilai aman,  namun harga dipasaran relatif naik.

Kasat Reskrim,  Ipda Deki Marizaldi melalui penyidik Tipeter Polres Bulukumba, yang membidangi Satgas Sembako dan Pangan,  menjelaskan,  dari beberapa hari terakhir dilakukan pengecekan harga sembako khususnya garam belum ditemukan adanya kelangkaan. Hanya saja memag  harga sedikit naik namun relatif normal. Untuk gudang distributor sendiri yang berada di Jalan M Noor dan Teratai, masih ada sekita 90 Ton garam.

“Iya   relatif dan stok garam lumayan banyak  dalam 3 gudang yang kita cek stok itu ada 90 ton,  intinya aman, “katanya.

Menurutnya pengecekan,  gudang dilakukan beberapa hari ini akibat isu nasional soal kelangkaan garam. Apalagi memang,  saat ini hasil produksi garam di Jeneponto dikirim ke Jawa.” Jadi ini memamg perintah dari Pimpinan tingkat mabes dan Polda dibuat untuk memantau Harga Di pasar, harga harus Sesuai dengan Peraturan Menteri perdagangan No 27 tahun 2017.  Tapi intinya harga dilapangan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (Het),  pungkasnya.

Sementara,  Kanit Tipeter Polres Bulukumba, Aipda Massalinri,  mentakan untuk Bulukumba sendiri tidak ada yang memproduksi garam. Pasalnya,  garam yang ada saat ini lebih banyak di pasok dari Kabupaten Jeneponto. Dari pengecekan yang dilakukan pihaknya  harga garam Rp 2500 perbungkua, sedang  persak/Rp40 ribu untuk garam halus dan Rp75  Ribu persak untuk garam kasar beryodium,  hanya saja harga tersebut  akan beda lagi ditingkat pengecer.

“Kalau persak itu pengecer atau pedagang mengemas lagi dalam jumlah literan jelas harganya bervariasi lagi. Makanya kami imbau dan minta sama pedangan jangan terlalu memainkan harga.  Namanya berdagang cari untung tapi jangan berlebihan,  agau literan. Tidak adaji tidak langkah. Tolong janhan banyak untung.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba,  A Cawa Miri,  mengatakan sampai saat ini belum ada laporan terbaru dari pihaknya soal harga Garam di pasaran. Hanya saja,  dari laporan dan informasi dari warga memang ada kenaikan harga meski relatif normal.

“Jadi  Garam kurang bahan baku,  bulukumba bukan produsen garam kadang kita hanya mengolah saja jadi garam beryodium. Kita harap agar pedangan tidak memainkan harga dan tidak melebihi standar. Apalagi stok Garam di Bulukumba aman, “katanya(faj)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!