Pemkab Berikan Kriteria Kepesertaan Waria di HUT RI – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pemkab Berikan Kriteria Kepesertaan Waria di HUT RI

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID – – Polemik keterlibatan Komunitas Waria dalam perayaan HUT RI ke 72, disikapi Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Komunitas Waria dizinkan untuk ikut terlibat perayaan dengan syarat standar norma dan etika yang berlaku.

 

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan panitia penyelenggara HUT RI. Dalam rapat tersebut pihaknya telah mempertimbangkan segala masukan masyarakat yang hasilnya, Pemkab Bulukumba tetap mengizinkan komunitas waria untuk terlibat dalam perayaam HUT RI, dengan pertimbangan hak asasi manusia dan sebagai warga negara Indonesia. Hanya saja, pihaknya tetap menekankan kriteria sebagai prasyarat, seperti mengedepankan etika dan aspek edukasi.

 

“Artinya pakaiannya masih dalam kategori kelaziman, masih dalam standar norma dan tidak menimbulkan dampak buruk untuk masyarakat luas, karena bagaimanapun kita harus tetap saling menghargai atas persamaan hak. Tapi pakaiannya harus laki-laki lah dan tidak ada porno aksi, “katanya.

Dia menambahkan, masukan dari Dai Muda pada dasarnya haruslah menjadi pertimbangan dan diterima dengan baik sebagai bentuk tugas dan tanggunjawab moril sebagai penyampai risalah kebenaran. Meski tetap mempertimbagkan hak komunitas waria sebagai warga negara. ” Titik tengahnya disitu, soal busana dan tidak ada aksi yang berlebihan dan gerakan yang tidak lazim,” pungkasnya.

 

Olehnya, pihaknya telah menyarangkan panitia HUT RI, untuk segera menjalin komunikasi kedua belah pihak sehingga bisa melahirkan kesepakatan yang sama demi terselenggaranya perhelatan HUT RI yang meriah dan sukses. “Momentum HUT kemerdekaan ini, semoga lebih membuat kita semua lebih dewasa dan bijak menyikapi persoalan. Saya yakin tujuan Dai Muda dan Komunitas Waria untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Wakerba, M Iqbal mengapresiasi sikap Pemkab yang tetap membuka ruang dengan tetap mengizinkan keterlibatan komunitas waria dalam perayaan HUT RI, terkait penggunaan busana pada saat acara nanti, pihaknya mengaku akan membicarakan diinternal pihaknya sesuai dengan prasyarat dan kriteria yang diberikan pemerintah.

“Intinya kita tidak dilarang lah, kan tujuanya kita hanya menghibur, dan pakaiaan kita nanti yang wajar ji. Tidak ada motivasi lain kami, selain untuk berpartisipasi saja sebagai anak bangsa, “katanya.

Terpisah, Ketua Dai Muda Ustad Ikhwan Bahar, mengatakan Secara lembaga mengaku tidak pernah melarang, namun pernyataan tersebut sebagai himbauan sama dengan dakwah yang selama ini dilakukan pihaknya.” Mau diterima atau tidak kami cuma bertugas menyampaikan itu, karena ini tugas kami, kalau bukan kita yang saling mengigatkan siapa lagi sebagai sesama muslim dan ciptaan Tuhan, “kata Ikhwan Bahar.

Terkait izin, Dai Muda tak permasalahkan. Karena hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah, “Kami akan memantau saja seperti kata Bupati pakaian sopan,”kata Ikhwan Bahar yang didampingi oleh pengurus Dai muda.

 

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!