Puluhan Massa Geruduk Kantor Bupati,  Wabup: Kita Akan Evaluasi Izin Lonsum – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Puluhan Massa Geruduk Kantor Bupati,  Wabup: Kita Akan Evaluasi Izin Lonsum

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO.ID – –  Sekitar 60 an massa yang merupakan eks karyawan PT Lonsum menggelar aksi di halaman kantor Bupati Bulukumba,  Senin 21 Agustus 2017.

Aksi ini kata Muh Basri Lampe,  berawal dari kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. Lonsum  kepada karyawan dan buruh yang korban 119 orang. Pihaknya juga  mempertanyakan bonus tahunan karyawan yang wajib hukumnya diberikan oleh pihak perusahaan namun tidak diberikan. Semntara, perusahaan tetap memberikan bonus kepada karyawan yang masih aktif.

“Ini hasil keringat buruh pak, kalau pihak perusahaan tidak memberikan bonus tahunannya kepada karyawan yang di PHK. Secara tegas saya sampaiakan kepada pihak perusahaan agar mempekerjakan kembali sebanyak 119 orang itu. Karena PHK itu, tidak sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-undang,” tegas Basri selaku kordinator lapangan.

Tim advokasi  Asdar Sakka mengatakan, pihak perusahaan PT Lonsum  telah menginjak harga diri masyarakat juga pemerintah Bulukumba oleh pihak perusahaan
“Inikan, Pak. Bupati sudah menyurati direksi PT Lonsum agar diberikan bonusnya karyawan yang di PHK sebanyak 119 orang. Tapi apa balasan Lonsum, langsung ditolak mentah-mentah tanpa alasan yang jelas,”katanya.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto saat menerima anspirasi para demostran Lonsum, Senin 21 Agustus kemarin di kantor Bupati. Tomy sebagai presentase pemerintah mengaku sangat kecewa pada PT Lonsum, pasalnya tidak membayarkan bonus pegawai yang telah direkomendasi oleh Bupati Bulukumba.

Tidak ada alasan menurut Tomy untuk tidak membayarkan bonus karyawan yang telah di PHK, pasalnya hingga saat ini Lonsum tetap membayarkan bonus pada karyawan yang masih bekerja.

” Selama lonsum belum membayarkan bonus, Pemkab tidak akan lagi melayani manajemen karena tdak bisa mengambil keputusan dan sikap pada persoalan yang kita ambil bersama,” ujar Tomy.

Tomy juga akan mengevaluasi izin yang saat ini akan habis pada 2020 mendatang, karena menurutnya Lonsum belum memberikan kontribusi kecuali dana bagi hasil dari pusat.

” Kami akan tetap menyurati manajamen Lonsum di pusat, untuk membayarkan bonus karyawan yang telah di PHK. Jika tidak dibayakan silahkan angkat kaki di Bulukumba,” ujar Tomy.

Sementara itu Humas PT. Lonsum, Rusli mengaku tidak ambil pusing atas stateman Tomy yang akan mengevaluasi keberadaan lonsum di Bulukumba, pasalnya itu kebijakan daerah. Hanya saja Rusli mengaku jika pembayaran tidak bisa dibayarkan, berdasarkan keputusan presiden Lonsum yang berada di pusat.

” Itu urusan pemerintah, yang pasti bonus tidak bisa dibayarkan,” ujar Rusli

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!