Diduga Potong Gaji Kebersihan, Bupati Akan Copot Kepala Pasar – Radar Selatan

Radar Selatan

Hiburan

Diduga Potong Gaji Kebersihan, Bupati Akan Copot Kepala Pasar

Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Bupati Bulukumba, A M Sukri A Sappewali, berjanji akan mencopot Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Baharuddin dari jabatannya. Rencana pemberhentian ini dilakukan setelah diduga melakukan pemotongan terhadap gaji petugas kebersihan sebesar Rp50.000 setiap bulan.
“Ini perbuatan haram. Tidak boleh terjadi, saya akan copot kepala pasar,” ujar Andi Sukri kepada RADAR SELATAN, Jumat 25 Mei melalui aplikasi WA-nya.
Menurut A M Sukri, pihaknya segera memerintahkan kepada Inspektorat untuk melakukan audit, karena audit diperlukan guna kepastian apakah benar terjadi potongan gaji petugas kebersihan atau tidak. Namun, jika terbukti terjadi pemotongan akan memberikan sanksi tegas. “Iya, saya perintahkan Inspektorat diaudit. Kenapa ada pemotongan. Ini pelanggaran,” katanya.
Sejak menjabat, bupati sudah mengingatkan kepada semua pejabat supaya tidak melakukan pungutan liar (Pungli), korupsi maupun melakukan pemotongan hak orang. Bahkan, dia mengancam akan memberhentikan dari jabatannya jika terbukti, karena merupakan pelanggaran. “Tidak boleh ada seperti ini. Kami akan cari tahu masalah ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Baharuddin membantah adanya pemotongan gaji terhadap tim kebersihan Pasar Sentral. Menurut dia, saat penyerahan gaji sedang tidak berada ditempat, sehingga tuduhan yang dialamatkan kepadanya dianggap salah sasaran. “Saya ini di Makassar. Saya hanya ingin fokus sekarang itu mengurusi masalah pencapain target pasar saja. Tidak ada pemotongan gaji,” kata Baharuddin.
Sebelumnya, salah seorang petugas Pasar Sentral Bulukumba, Sony, mengaku, gaji petugas kebersihan sudah dipotong sejak bulan Juli lalu hingga Agustus. Dimana setiap menerima gaji penanggung jawab pasar mengambil Rp50 ribu tanpa pemberitahuan kepada petugas. Padahal, didalam kwitansi jelas bahwa setiap bulan menerima senilai Rp1,5 juta bukan Rp1.450.000. “Iya, gaji kami dipotong. Kami berteman 14 orang semua. Jadi, setiap bulan itu Rp700 ribu,” katanya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!