Ini Daya Pikat NH-Aziz di Pilgub Sulsel – Radar Selatan

Radar Selatan

Politik

Ini Daya Pikat NH-Aziz di Pilgub Sulsel

MAKASSAR, RADARSELATAN.CO.ID — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 tinggal menghitung bulan. Setiap pasangan kandidat mulai memantapkan persiapan menyongsong pesta demokrasi lima tahunan itu pada 27 Juni 2018. Di Sulsel, Nurdin Halid (NH)-Aziz Qahar Mudzakkar menasbihkan diri sebagai pasangan calon yang paling siap dengan segudang daya pikat.

Kesiapan pasangan NH-Aziz terlihat dari ketercukupan kursi parpol untuk maju bertarung pada Pilgub Sulsel 2018. Pasangan nasionalis-religius tersebut pun merupakan yang pertama melakukan deklarasi. Hal tersebut diikuti dengan pembentukan tim pemenangan dan relawan secara massif di seluruh kabupaten/kota lingkup Sulsel.

Terlepas dari ketercukupan kursi, NH-Aziz tetap merangkul parpol lain bergabung dalam koalisi. Toh, orientasi bertarung pada Pilgub Sulsel bukanlah kekuasaan, melainkan pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sederet nilai lebih itu menjadi daya pikat NH-Aziz, kata pengamat politik Insert Institute, Haris, dalam sebuah diskusi di Kota Makassar, Selasa, 29 Agustus.

Haris menyatakan tidak heran bila disebutkan NH-Aziz adalah pasangan calon yang paling komplet dan pas untuk memimpin Sulsel. Selain mewakili kelompok nasionalis-religius, NH-Aziz juga representatif keterwakilan wilayah-wilayah di Sulsel. Keterwakilan ideologi dan geografis itu didukung dengan tawaran sederet program populis.

Haris menyebut seabrek program populis itu merupakan daya pikat tersendiri bagi NH-Aziz. Dalam beberapa sosialisasi di daerah, program populis NH itu terbukti disenangi oleh masyarakat. Mulai dari Gerakan Bangun Kampung hingga pendidikan dan kesehatan gratis. “Sederet program NH-Aziz paling pas dan dibutuhkan masyarakat,” kata Haris.

Disenanginya program NH-Aziz, Haris menyebut lantaran disusun merujuk kondisi masyarakat, termasuk kebutuhannya saat ini. Dicontohkannya, program menggratiskan perlengkapan sekolah dan layanan kesehatan berbasis KTP sangat mengena masyarakat di akar rumput yang kerap menemui kendala pada pemenuhan layanan kebutuhan dasar.

Selanjutnya, ada pula program pengadaan dan perbaikan lapangan sepak bola di setiap kecamatan. Program tersebut menjadi oase di tengah semakin minimnya ketersediaan lapangan sepak bola yang berimbas pada tak optimalnya pembinaan bakat sepak bola anak-anak di daerah. “Intinya, program NH-Aziz menyasar dan mengena terhadap pemenuhan layanan kebutuhan dasar,” tuturnya.

Induk dari sederet program populis itu, Haris menyebut terletak pada Gerakan Bangun Kampung yang digaungkan dan terus menyebar di seluruh daerah Sulsel. Gerakan Bangun Kampung tersebut dinilainya merupakan solusi atas permasalahan ketimpangan ekonomi, dimana angka gini ratio Sulsel menembus 0,4 persen.

“Melalui Gerakan Bangun Kampung itu, langkah NH-Aziz sangat tepat lantaran membangun ekonomi dari basis kerakyatan. Yang namanya membangun ekonomi dan infrastruktur memang harus dari bawah agar merata dan tidak terjadi ketimpangan. Ketimpangan ekonomi itu bisa berefek domino hingga ke masalah sosial.”

Program-program populis NH-Aziz bagi sebagian pihak, Haris melanjutkan terkadang dianggap mustahil. Namun, bukan NH bila tidak mampu merealisasikan program yang merupakan janji politiknya. Itu pula yang menjadi daya pikat mantan Ketua PSSI tersebut. Berbekal jaringan politik dan bisnisnya di pusat, seluruh program tersebut diyakininya dapat terealisasi.

“Tokoh sekelas Pak Nurdin Halid tidak mungkin menjanjikan sesuatu yang sulit direalisasikan dengan melihat aktifitasnya di pusat. Tentunya, soal anggaran program itu, Pak Nurdin sudah pasti melakukan hitung-hitungan sebelum menjual program ini ke masyarakat. Kemampuan NH itu juga menjadi daya pikat bagi sejumlah parpol,” tutup Haris. (rls)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!