Polsek Gantarang Disebut Tak Serius Tangani Kasus Pengrusakan, Ini Penjelasan Polisi !! – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Polsek Gantarang Disebut Tak Serius Tangani Kasus Pengrusakan, Ini Penjelasan Polisi !!

Ilustrasi(int)

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — A Basri salah seorang warga Dusun Sawere, Desa Bonto Raja, Kecamatan Kajang, menuding pihak Polsek Gantarang tidak bertanggunjawab dalam menjalankan tugas sebagai penagak hukum. Alasanya, polisi dinilai tak berani mengamankan pelaku pengruskan tanaman cengkih miliknya.

 

Kepada Radar Selatan, A Basri mengaku heran atas tidak adanya upaya yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangkap para pelaku pengrusakn, padahal ia telah melaporkan nama nama pelaku secara resmi ke pihak polsek gantarang sejak beberapa bulan lalu, namun tak kunjung di proses, bahkan Rabu 30 Agustus 2017 kemarin, tanaman cengkihnya kembali dirusak dan diduga dilakukan pelaku yang sama.

 

” Yang saya laporkan A Mustaming, dia lawan saya kasus perdata di Pengadilan, nama lainnya ada Cahe’ Andi Fahri dan beberapa lagi. Saya yakin dia yang rusak karena memang tanah itu bersengketa dan menunggu hasil dari Pengadilan Tinggi karena saya banding,”katanya.

 

Dia mengaku saat ini lahan yang diatasnya ditanami sekitar 600 pohon cengkih telah dikelolah dirinya sejak 20 tahun lalu diperkuat dengan akta jual beli dan pembayaran PBB. Anehnya saat terduga pelaku A Mustaming melakukan sengketa ke pengadilan, iapun dimenangkan sehingga dirinya tidak terima dan melayangkan banding.”Hasilnya belum turun artinya itu lahan masih dalam pengelolaan saya tapi pelaku selalu datang merusak, saya juga heran kenapa polisi tidak bisa menangkap pelaku, ada apa?,”terangnya

 

Terpisah, Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Jalil membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan pengrusakan. Hanya saja desakan pelapor yang meminta nama yang dilaporkan segara ditangkap belum bisa dipenuhi dengan alasan belum adanya bukti kuat ataupun saksi yang melihat perbuatan pelaku. Bahkan dia menilai pelapor terkesan memaksakan kehendak agar nama nama yang ia sebut segera ditangkap.

“Tidak bisa kita asal tangkap kalau tidak ada bukti kuat bisa kita lagi yang diproses, lagian pelalor ini saat melapor tidak ada saksi yang dimasukkan, andikan ada saksi lain yang melihat kita sudah ada dasar lakukan pemeriksaan, kalau ini hanya mengkira kira saja, hukum tidak seperti itu, harus ada bukti kuat dulu,”jelasnya.

 

Hal yang saa diungkapkan, Kanit Reskrim Polsek Gantarang, Aiptu Asbar dia mengaku kasus tersebut sedang di proses pihaknya, bahkan kasus tersebut telah digelar kasus baik di Polsek dan Polres Bulukumba dan dihadiri langsung oleh pelapor, hasilnya kasus tersebut belum bisa ditingkatkan ke penyidikan karena terkendala saksi. Bahkan pihaknya menilai pelapor memaksakan kehendak dengan dasar asumsi bukan fakta, begitupun saksi yang diajukan pelapor tidak melihat kejadian namun hanya mengetahui adanya pohon yang rusak. Menurutnya jika ada satu saja saksi yang melihat kejadiaan tersebut, pihaknya akan lebih mudah menunggungkap pelaku.

 

“Keliru kalau kami disebut tidak serius, kendalanya hanya saksi saja. Hukum itu bukan berdasar asumsi tapi fakta, pelapor ini memaksakan yang dilaporkan untuk ditahan hanya dengan dasar karena yang dilaporkan merupakan lawan nya di perdata dan hanya dia lawannya saat ini. Foto foto tanaman yang rusak sudah ada, tinggal itu saksi yang melihat, makanya bantu kami juga,”pungkasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!