Polisi Janji Akan Pidanakan Kecurangan Spekulan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Polisi Janji Akan Pidanakan Kecurangan Spekulan

PANTAU. Tim Satgas Pangan Polres Bulukumba bersama Bulog saat memantau harga sembako di Pasar Sentral Bulukumba belum lama ini.

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Kenaikan harga pangan dan beberapa komoditas dikeluhkan warga hingga akhirnya mengusik perhatian Polres Bulukumba. Karena itu, polisi terus memantau kenaikan harga pangan di sejumlah pasar tradisional di pasar.

Kapolres Bulukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar mengancam akan memenjarakan para spekulan yang menaikkan harga kebutuhan pokok secara sepihak. Dia juga mengatakan, pemantauan kenaikan harga kebutuhan pokok itu akan mereka lakukan terus menerus di pasar-pasar di Bulukumba utamanya Pasar Sentral Bulukumba.

Lanjut mantan Kapolres Sidrap ini, personel disebar untuk menyelidiki penyebab kenaikan tak wajar harga sejumlah komoditas pangan tersebut. Kegiatan pemantauan itu akan terus dilakukan jajaran polres tanpa ada batas waktu.

“Kami akan membantu Pemda Bulukumba menyelesaikan kecurangan yang dilakukan para spekulan. Tidak ada ampun bagi mereka jika terbukti curang menaikan harga tanpa pengesahan dari pemerintah. Anggota akan kami sebar ke sejumlah titik secara bersamaan,” katanya.

Dijelaskan Anggi, pemantauan kenaikan harga itu difokuskan kepada sejumlah komoditi pangan dan termasuk beberapa bahan pokok lainnya khususnya beras.

“Kami sudah petakan semua lokasi kenaikan harga sembako yang tinggi. Selama ini persoalan kenaikan harga belum terjamah oleh kepolisian. Kami akan coba membongkar praktik kecurangan pedagang dan pengusaha sembako ini. Semua akan kami tindak jika memang terbukti melakukan kesalahan,” cetusnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bulukumba Deki Marizaldi mengatakan selain mencari para spekulan curang itu, lanjut , sasaran pemantauan kenaikan harga sembako juga menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang meminta setiap polres di seluruh tanah air membentuk Satgas Pangan.

”Memang tugas kami menjadi ganda, mulai memonitor harga, sampai melakukan operasi pasar. Karena memang sudah dimandatkan dari pimpinan seperti itu kami harus menjalankannya,” paparnya.

Dengan pemantauan harga oleh kepolisian, Deki berharap tidak ada upaya dari pedagang dan pengusaha sembako di Bulukumba untuk menaikkan harga semaunya.

Lantaran dampak kenaikan sembako seenaknya itu akan memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan inflasi. Pihaknya pun berharap Pemkab Bulukumba juga turun tangan membantu jajarannya memantau harga komoditas sembako pasca lebaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto menuturkan, kalau pihak pemerintah dalam hal ini dinas terkait akan membantu kepolisian dalam memonitoring harga di sejumlah pasar tradisional dan moderen di wilayahnya. Baik itu pendataan harga dan produsen barang. Data tersebut akan diberikan pihaknya kepada polisi yang terjun dalam operasi pasar dalam tim satgas pangan.

“Pasti kami berikan untuk melihat ada atau tidak spekulan harga yang bermain. Selama ini yang kami pantau kenaikan harga itu dilakukan pedagang karena adanya kenaikan harga,” tuturnya.

Tomy pun menambahkan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya penindakan kepada pedagang atau pengusaha yang menaikan harga sebelum adanya keputusan dari pemerintah. Wabup berharap pedagang dan pebisnis sembako tidak menaikan harga seenaknya. (One/wan/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!