FJS Gelar Dialog Publik, Bahas Kemanusiaan Vs Regulasi soal Penggunaan Ambulans – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

FJS Gelar Dialog Publik, Bahas Kemanusiaan Vs Regulasi soal Penggunaan Ambulans

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Menindaklanjuti isu  kasus mayat yang ditandu menggunakan sarung dan bambu di Kecamatan Kajang. Forum Jurnalis Selatan (FJS) menggelar Dialog Publik dengan mengangkat tema Kemanusiaan Vs Regulasi, Warkop Ovan, Minggu malam 9 September 2017.

 

Dalam acara tersebut FJS menghadirkan pembicara diantaranya, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, Ketua DPRD Bulukumba, H Andi Hamzah Pangki dan Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Nualifar Siregar.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria dihadapan peserta dialog mengatakan kasus yang terjadi di Puskesmas Kajang, diharapkan tidak lagi terulang kembali, selain itu pihaknya menekankan agar para Kepala Puskesmas tidak kaku dalam menafsirkan aturan apalagi menyangkut kemanusiaan. “Memang ada regulasi yang mengatur tapi dalam kondisi tertentu seorang pemimpin harus mengambil sikap. Harus ada inisiatif, atas dasar kemanusiaan lebih tinggi dari regulasi,”katanya.

 

Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Nualifar Siregar mengatakan kasus ditandunya mayat menggunakan sarung di Kajang, juga menjadi pembahasan diinternal institusi kepolisian hingga tingkat Polda. Pada dasarnya, lanjut mantan Kapolres Sidrap ini, kejadian tersebut bisa saja tidakterjadi dan tidak akan menjadi buming di media sosial jika ada koordinasi yang baik khsusunya menajemen puskesmas Kajang. Kedepanya, dalam rangka tugas kepolisian sebagai pengayom dan pelayan masyarakat, pihaknya akan selalu membuka ruang jika nantinya dibutuhkan masyarakat termasuk menggunakan kendaraan operasional kepolisian untuk mengantar jenazah dan kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.

 

“Andai mungkin pihak keluarga ke Polsek terdekat pasti tidak ada mayat yang ditandu, kita akan carikan solusinya. Tugas polisi kan memang salah satunya disitu soal mengurusi mayat. Seperti kecelakaan, olah TKP kasus pembunuhan, bahkan anggota kami kadang mengurusi mayat yang kondisinya parah akibat sesuatu. Dan saya kira soal regulasi pemakaian mobil ambulans jika dilanggar karena mengangkut jenazah, tidak ada hukuman pidananya, apalagi atas dasar kemanusiaan,”pungaksnya.

 

Ketua Forum Jurnalis Selatan, Suparman mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Jurnalis atas issu yang berkembang dimasyarakat. Tujuannya, ikut membantu merumuskan saran kepada pemerintah.”Ini dialog publik pertama FJS, selanjutnya kegiatan serupa akan kita gelar kembali menindaklanjuti isu yang berkembang di masyarakat,”katanya.

 

Dalam acara itu, Direktur Radar Selatan, Sunarti Sain bertindak sebagai moderator, turut hadir dalam dialog publik tersebut, Camat Kajang, Andi Buyung, Kepala Dinas Kesehatan, dr H A Gaffar, Sekretaris DPRD, Daud Kahal, sejumlah Kepala Puskesmas, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan serta Sejumlah LSM.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!