Proyek Senilai Rp250 Juta di Desa Karassing, Tidak Berfungsi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Proyek Senilai Rp250 Juta di Desa Karassing, Tidak Berfungsi

Saluran irigasi yang tidak berfungsi, Terletak di Desa Karassing

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Proyek Program Nasional penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pansimas) tahun 2010 dengan anggaran Rp250 Juta, yang terletak di Dusun Pallantikan, Desa Karassing, Kecamatan Herlang, tidak dirasakan manfaatnya oleh ratusan Kepala Keluarga didaerah tersebut.

 

Hal itu disampaikan, Ketua Aliansi Pemuda Peduli Desa, Muhammad Rusli menurutnya, sejak dibangun pada tahun 2010 lalu proyek tersebut belum dirasakan asas manfaatnya bagi sekitar 160 an Kepala Keluarga di Dusun Pallantikan, Desa Karassing. Bahkan pihaknya menilai proyek yang diduga menggunakan anggaran APBN sebesar Rp250 juta tersebut mubassir. Tidak hanya itu kondisi pansimas dan sumur maupun bak penampungan air, maupun pipa saluran air tidak terurus dengan baik.

 

“Bahkan banyak pipa pipa saluran air yang hilang. Yah tidak berfungsi, karena warga setempat kalau musim kemarau tetap kesusahan air. Pansimas saja tidak pernah jalan airnya,”jelas Rusli yang juga warga Desa Setempat. Rabu 13 September 2017.

 

Hal senada juga disampaikan warga setempat, Agus Jaya menurutnya, selain proyek pansimas yang tidak berfungsi, juga terdapat saluran irigasi di Dusun Pallantikan, yang tidak berfungsi. Kolam penampungan air dibiarkan tersumbat sehingga saluran irigasi tidak teraliri air ke sawah warga. Bahkan pihaknya menduga proyek yang baru saja dikerjakan pada tahun 2016 ini dikerja asal asalan tanpa mempertimbangkan asas tujuan dan manfaat.

“saya tidak tahu ini proyek dana APBD ataukah dana ADD Desa, karena kalau kita tanyakan ini ke pihak terkait, terkesan ditutup tutupi, anggaranya kami tidak tahu berapa, tapi kita prediksikan sekitar ratusan juta juga,”terangnya.

 

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengaku telah mengetahui adanya laporan tersebut. Menurutnya laporan ini juga telah ia tindaklanjuti dengan meminta dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan kelokasi. Tidak hanya itu pihaknya juga akan berupaya mendorong inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan dalam rangka menelusuri proyek yang tidak berfungsi.

“Dulu dinas cipta karya sekarang ke dinas perumahan dan pemukiman.
Dan program pamsimas bukan anggaran melalui skema APBD, Ini proyek dari pusat melalui dana pinjaman kalau tidak salah,”katanya.

 

Sedang soal Irigasi yang tidak berfungsi, pihaknya juga meminta agar diberikan informasi lebuh jelas soal nama irigasi yang dimaksud. “Yang jelas sebagai pemerintah daerah, kami ingin memastikan seluruh proyek berfungsi dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat,”katanya.

 

Terpisah, Kepala Desa Karassing, Muhammad Haris yang dihubungi masih enggang berkomentar karena mengaku sedang berada diacara pernikahan.”Sebentar saya telpon balik, saya ada diacara pernikahan dulu,”katanya

To Top