Komersialisasi Gedung PWI Diperbolehkan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Komersialisasi Gedung PWI Diperbolehkan

 

MAKASSAR, RADAR SELATAN.CO.ID  — Berdasarkan hasil pansus DPRD, gedung PWI Sulsel dapat dikomersilkan. Hasilnya pun sepenuhnya dikelola penuh oleh pengurus.

Dewan penasehat PWI Sulsel, Nurdin Mangkana menceritakan, sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua PWI Sulsel, gedung PWI sudah di persewakan. Hasilnya pun 100 persen dikelola oleh pengurus PWI.

Nurdin tak begitu ingat dengan tahun. Prediksinya tahun 1968. Waktu itu PWI berkantor di Jalan Pasar Ikan, Gedung Pemuda. “Saya masih sempat berkantor disana. Kalau tidak salah satu tahun, atau dua tahun lamanya. Gedung itu kita sewakan kalau ada acara pengantin. Yang jelas tidak mengganggu oraganisasi,” ungkapnya.

Gedung Pemuda, sebut Nurdin memang adalah milik pemprov, sehingga masuk dalam inventaris pemprov. Gedung itu sebut dia di beli oleh Gubernur Sulsel, Achmad Lamo.

Ia menyebut, waktu itu PWI memang yang berniat untuk membeli. Hanya saja Lamo datang dan meminta pemprov yang membeli. “Biar pemda yang beli. Karena kalau pemda yang beli kau tidak susah nanti memeliharanya,” ungkap Nurdin mengulangi perkataan Gubernur Sulsel saat itu Achmad Lamo yang ia dengar dari terdahulunya.

Memasuki masa jabatan HZB Palaguna sebagai Gubernur Sulsel. Terjadi penukaran tempat (ruislag). Alasanya, gedung tersebut sudah tidak layak. “Waktu itu sempat kita tolak, karena tempatnya kan strategis,” ungkapnya.

Lambat laun, tukar guling mencapai titik keseimbangan, kesepakatan. PWI sepakat pindah dengan syarat diganti dengan gedung baru, dan tempatnya strategis, dan ditemukan lah di Jalan AP. Petrani.

Sebelum pembangunan gedung, dibentulah pansus DPRD. Ambas Syam yang terpilih menjadi ketua Pansus waktu itu. PWI meminta syarat. Nurdin menyebut bahwa gedung PWI dibangun dengan sarana aula yang besar.

Syarat itu pun disepakati oleh Pansus. Hingga gedung PWI berhasil dibangun dengan model rumah adat Bugis. “Pengelolaannya pun tak ada bedanya dengan yang sebelumnya. Pansus juga sepakat waktu itu gedung dapat di komersilkan. Karena ada nilai sosialnya,” ungkapnya.

Hingga saat itulah, PWI pun diberikan kewenangan untuk mengelola gedung milik pemprov yang dipinjam pakaikan kepada PWI tanpa batas waktu yang ditentukan. Hasil pengelolaan dari sewa juga sepenuhnya diserahkan kepada pengurus. “Hasilnya tak ada diserahkan ke pemprov. Sepenuhnya di kelola PWI untuk kepentingan organisasi. Itu tidak melanggar aturan,” tandasnya. (ans)


Kirim dari Fast Notepad

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!