Soal Dugaan Penganiayaan Kades Panganloang, Begini Sikap Bupati dan Wakilnya – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Soal Dugaan Penganiayaan Kades Panganloang, Begini Sikap Bupati dan Wakilnya

ilustrasi (int)

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Kasus dugaan pemukulan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Panggaloang, Kecamatan Rilau Ale, Asdar HC mendapatkan perhatian dari Bupati Bulukumba, A M Sukri A Sappewali.
Bupati Bulukumba, A M Sukri A Sappewali mengaku, prihatin atas kasus yang terjadi di Desa Panganloang. “Untuk awal kita minta inspektorat turun dulu. Kita akan klarifikasi dulu kalau memang betul, dan kalau ini ada unsur pidana, itu tugas polisi memprosesnya” singkatnya.
Hal itu juga membuat Wakil Bupati, Tomy Satria angkat bicara. Tomy mengatakan, sebagai negara demokrasi maka setiap warga memiliki hak melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan disemua tingkatan. Bahkan dalam UU sendiri telah memjamin adanya keterbukaan dan trasfransi dan akuntabilitas  pengelolaan pemerintahan khsusunya soal anggaran.
 

Apa yang terjadi di Desa Pangangloang, yang melibatkan sejumlah perangkatnya sangat disayangkan pihaknya karena tidak mencermikan etika pemerintahan yang diberikan amanah oleh rakyat. “Kalau itu betul, maka sangat disayangkan. Setiap warga itu berhak baik BPD dan pihak lain melakukan pengawasan. Dan pemerintah harus siap diaudit,” jelasnya.
 

Sebagai seorang pemerintah, lanjut Tomy, kehadiran lembaga dan masyarakat justru harus disambut baik dalam rangka perbaikan dan control terhadap pemerintahan bukan justru sebagai momok menakutkan untuk penyelengaraan pemerintahan. “Kita akan minta inspektorat untuk melakukan investigasi. Setiap warga berhak mengetahui penyelenggaraaan pemerintahan dan pembangunan di desa. Inilah yang kita maksud sebagai bagian transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah harus siap diaudit dimulai oleh masyarakat, BPD dan pihak lainnya. Dan sebagai pemerintah yang melayani masyarakat harus bisa menahan diri,” tangkasnya.
 

Terpisah, Sekreteris Inspektorat, Nuryanto mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut. Hanya saja pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan setelah mendapatkan perintah dari pimpinannya. “Jelas akan kita tindak lanjuti laporan ini,”katanya.
 

Kapolsek Rilau Ale, AKP Andi Subhan mengaku, sedang memproses kasus tersebut dan sedang melakukan pemeriksaan saksi. Pihaknya juga membantah telah mengamankan Ahmad, akan tetapi hanya pihak pelapor (Ahmad,red) dipanggil oleh keluarganya sendiri yang tak lain Wakapolsek Rilau Ale, Iptu H Nuryadin untuk meredamkan situasi yang memanas pasca kejadian tersebut.
 

“Keduanya saling melaporkan antara pihak Pak Ahmad c dan Kades Pangalloang setalah itu  rencana akan gelar perkara di Reskrim Polres Bulukumba, Bukan diamankan jangan sampe terjadi permasalahan tambah rumit kerena pada  saat itu masig-masing emosi dengan keluarganya, tetangga pak kades dan keluarganya, sudah kembali ke rumahnya kemudian dari pihak polsek tetap  proses,” ujarnya. (faj/ris/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!