Kades Panganloang, Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Terhadap Warganya, Asdar Hc: Saya Khilaf dan Menyesal – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Kades Panganloang, Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Terhadap Warganya, Asdar Hc: Saya Khilaf dan Menyesal

Kepala desa Padangloang, Asdar Hc (Kanan) bersama Camat Rilau Ale, A Mulyadi Pangki, Kades Anrang, Bachtiar dan Ketua Apdesi, Rais H Abd Salam alias Aplus, mengklarifikasi dugaan penganiayaan terhadap warga

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Kepala Desa Panganloang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, Asdar Hc, angkat bicara atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap warganya, Ahmad C. Beberapa waktu lalu.

 

Ditemui Radar Selatan, Asdar Hc menjelaskan kejadian tersebut insidentil dan berlangsung cepat. Dirinya mengaku tersulut emosi, lantaran warganya (Ahmad C, red) datang ke kantornya dengan membawa senjata tajam dan mengancam akan menutup jalan yang telah dibuat dan dirintis pemerintah desa bersama warga. Diceritakan, saat itu warga tersebut datang ke kantor desa mempertanykan anggaran perintisan jalan. Hanya saja saat diberikan penjelasan warga tersebut tidak menerima dan terkesan tidak mau tahu. Padahal, anggaran perintisan jalan juga telah dijelaskan bendahara desa kalau anggaran yang ada telah dibayarkan untuk alat berat.

 

“Jadi saat itu saya turun dari mobil dan melihat Pak Ahmad, makanya saya persilahkan masuk ke ruangan. Tapi saat itu kondisi pak ahmad dalam keadaan emosi dan bawa parang. Makanya saya rangkul agar cerita baik-baik. Tapi Pak Ahmad langsung mengigit tangan kiri saya, makanya saya meninjunya satu kali,”jelasnya.Kamis 21 September 2017.

 

Meski demikian, ia menyadari dan mengaku tak seharusnya insiden tersebut antara dia dan warganya, apalagi ia dan warga tersebut memiliki kedekatan hubungan kekeluargaan. Olehnya ia berharap agar kasus tersebut bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan. “Yah selaku pemerintah saya mengaku khilaf. Karena kondisi saat itu insidentil. Yang jelas tidak ada niat saya mau memukul. Setelah kejadian itu saya menyesali kanapa ini bisa terjadi, ini miss komunikasi saja. Saya juga berharap agar semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh suasana,”harapnya.

 

Sementara itu, Ketua Apdesi Bulukumba, Rais H Abd Salam yang juga Kepala Desa Bonto Bulaeng, mengharapkan agar persoalan tersebut bijak menangapinya, dan kasusnya bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan, apalagi kedua belah pihak adalah satu rumpung keluarga. “Pak desa Padangloang menyesali dan khilaf. Dan kejadian itu terjadi karena ada pemicunya. Tidak mungkin Pak Desa tiba tiba memukul kalau tidak ada pemicu awalnya. Tapi sikap pak desa (Asdar Hc,red) yang menyesali ini, telah menunjukkan etika dia selaku pemerintah,”katanya.

 

Selanjutnya, ia mengaku akan segera menghadap Bupati Bulukumba, dan sejumlah pihak terkait guna mengklarifikasi kasus tersebut sehingga tidak menjadi bola liar yang justru akan semakin memperkeruh suasana. “Kita akan mediasi persoalan ini. Kita duduk bersama supaya tidak memojokkan satu belah pihak. Yang intinya persoalan ini terselesaikan secara kekeluargaan karena ini miss komunikasi saja, terjadi diluar kesengajaan dan manusiawi,”tutur pria yang akrab disapa Aplus ini.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad C mengaku menjadi korban penganiayaan oleh Kepala Desa Padangloang, beserta beberapa staf desa, lantaran mempertanyakan anggaran perintisan jalan yang berada di Dusun Ta’bangka, Desa Padangloang.

 

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!