Antisipasi PCC, Bupati Bulukumba Imbau Masyarakat Jeli Beli Obat – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Antisipasi PCC, Bupati Bulukumba Imbau Masyarakat Jeli Beli Obat

Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Maraknya peredaran obat ilegal, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali, olehnya ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati atas penggunaan obat/tablet PCC atau kepanjangan dari Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol.

“Masyarakat harus jeli agar hati-hati dalam mengkonsumsi obat. Usahakan minta resep ke dokter terlebih dahulu sebelum membeli obat, karena obat yang mengandung PCC ini sudah dilarang peredarannya oleh BPOM sejak 2013 lalu,”imbaunya.

Menurutnya apa yang terjadi di Kendari dan beberapa daerah soal kasus penyalahgunaan obat, tentunya memantik keprihatin semua pihak.Oleh karena itu, ia berharap agar obat-obatan berbahaya seperti PCC tidak sampai masuk dan beredar bebas di Bulukumba.

“Pemda melalui instansi terkait harus bersama-sama untuk mengantisipasi. Jangan sampai hal serupa terjadi di Bulukumba. Dan tentu ini tugas kita bersama dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarkat. Jangan apatis tapi tanamkan kepedulian kita terhadap sesama, mari memanusiakan manusia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan perlu dilakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat oleh dinas terkait agar dapat mengenali mana saja obat yang aman untuk dikonsumsi dan tidak aman.

“Masyarakat kita sifatnya, ingin obat yang murah tapi hasilnya bagus. Namun tidak mempertimbangkan efeknya. Makanya sering kita temukan, mereka menggunakan obat ilegal,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui Dinas Kesehatan dan instansi terkait telah diperintahkan untuk turun ke apotek, dan toko-toko obat agar dapat memastikan obat zombie itu tidak msuk ke Bulukumba.

Kapolres Bulukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran obat itu, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah yakni pengawasan terhadap apotik dan toko obat.

“Kita ada kegiatan itu, diantaranya dengan melakukan kunjungan ke apotik dan toko obat,” katanya

Namun, kata kapolres, pihaknya tidak akan sendiri dalam melakukan kegiatan itu. Langkah itu akan dilakukan dengan menggandeng pihak-pihak terkait lainnya.

“Kita terpadu dengan instansi dan lembaga terkait untuk melakukan upaya pencegahan itu,” terangnya.

Sebelumnya, jajaran Sat Reserse Narkoba Polres Bulukumba melakukan sosialisasi dan himbauan di sejumlah toko obat dan apotek. Selain sosialisasi dan himbauan terkait bahaya PCC, pihak kepolisian juga meminta kerjasama para pemilik toko obat untuk melapor jika menemukan obat yang mencurigakan dan tidak terdaftar oleh Dinas Kesehatan maupun BPOM.

To Top