Wabup: PNS Itu Pelayan, Bukan Dilayani – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Wabup: PNS Itu Pelayan, Bukan Dilayani

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengaku, akan memberikan sanksi bagi pejabatnya yang sok dan tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) berarti menjadi pelayan masyarakat bukan ingin dilayani.

Hal tersebut diungkapkan Tomy Satria Yulianto saat menjawab pertanyaan peserta Pramuka Sabtu Minggu (Persami) SMAN 9 Ujung Loe, Bulukumba, Minggu malam, 1 Oktober. Tomy mengaku, akan memberikan saksi pada pejabatnya yang sok, menjadikan jabatan sebagai tungangan agar dilayani, padahal pada perinsipnya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) siap menjadi pelayan untuk Bulukumba yang lebih baik.

“Kita SMSka siapa pejabat yang talekang itu (Bahasa Makassar; Sok,red) kami akan beri sanksi,” ujar Tomy saat membawakan ceramah karakter pendidikan Pramuka, Sabtu, 30 September di aula SMAN 9 Ujung Loe.

Tomy mengaku, tidak ingin mentolerir pejabatnya yang tidak ingin bekerja dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sebab dari awal Pemerintahan A M Sukri A Sappewali bersama dirinya ingin menciptakan Bulukumba yang lebih baik dengan memaksimalkan pelayanan.

Dalam materi pendidikan karakter tersebut Tomy berharap para generasi muda Bulukumba yang tergabung dalam gerakan pramuka bisa menjadi teramapil dan berbeda dengan pemuda lainnya, yang saat ini banyak mengahabiskan waktu tidak berguna, dengan melakukan pergaulan bebas, mencoba hal-hal yang tidak berguna seperti narkoba yang sudah tentu merusak masa depan bangsa.

Sifat dasa darma pramuka, lanjut Tomy seperti Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, Patriot yang sopan dan kesatria, Patuh dan suka bermusyawarah, Rela menolong dan tabah, Rajin, trampil dan gembira, Hemat, cermat dan bersahaja, Disiplin, berani dan setia, Bertanggung jawab dan dapat dipercaya serta Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan harus terpatri dalam hati dalam fikiran dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Paling tidak diawali dengan hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak memasang status galau di media sosial. Manfaatkan teknologi untuk menambah informasi,” jelas Tomy.

Jika generasin pemuda terjebak pada hal-hal yang tidak bermafaat, Tomy pesimis jika Bulukumba lebih baik dari sekarang. Pemerintah menitipkan Bulukumba yang lebih baik. Dengan menanam benih-benih yang baik.

“Jangan sampai kita mati Colli (Bahas bugis; Tidak berisi, red) bagai padi yang terkena puso, seolah banyak padi, namun tidak ada isinya. Itulah generasi muda sekarang. Menggunakan narkoba, namun saya yakin mereka tidak akan menjadi apa-apa. Tidak ada didalam dunia ini kebetulan. Semuanya harus direncanakan,” Imbau Tomy. (awa/ris/B)

To Top