Pemangku Adat Kajang: Banyak yang Iri ke IYL-Cakka – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Politik

Pemangku Adat Kajang: Banyak yang Iri ke IYL-Cakka

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — Tokoh masyarakat Kajang, Kahar Muslim merasa risih dengan munculnya komentar miring yang mempermasalahkan kunjungan tokoh peduli kemanusiaan Ichsan Yasin Limpo (IYL) ke kawasan adat Tana Toa, Kajang.

Salah satu pemangku adat Tana Toa ini, menyayangkan adanya orang luar, apalagi mencoba memanfaatkan untuk mempermasalahkan tamu kehormatan Amma Toa yang sengaja diberi waktu luang untuk bersilaturahmi.

Galla Lombo, gelar adat yang dilekatkan kepada Kahar Muslim menegaskan, ia tidak ingin melayani pengkritik yang dimanfaatkan tersebut, lantaran yang gaduh pasca pertemuan IYL dan Amma adalah orang luar yang justru tidak hadir dalam pertemuan itu.

“Saya yang hadir antar Pak Ichsan dan Pak Cakka. Dan saya tahu betul, bagaimana beliau menghargai adat Kajang,” tegas eks legislator DPRD Kabupaten Bulukumba ini, kepada wartawan, Rabu (4/10/2017).

Soal tudingan IYL memakai sandal, Kahar mengaku jika ketua PMI Sulsel ini sama sekali tidak menggunakan alas kaki saat masuk ke kawasan “vital” Tanah Toa. Justru foto Ichsan yang beredar, berada di jalan masuk yang jaraknya masih jauh dari rumah Amma Toa.

Meski demikian, bila Ichsan menggunakan sandal di jalan, Galla Lombo menegaskan hal ini juga tidak menjadi soal, karena atas izin Amma Toa yang merupakan pemangku adat tertinggi di kawasan adat Tanah Toa.

“Itu juga tidak jadi soal, karena yang membuat aturan itu Amma Toa. Semua aturan kan ada pengecualian. Kalau Amma yang izinkan pakai sandal lalu siapa yang berani bantah izinnya Amma,” tegasnya.

Eks calon Bupati ini menegaskan, yang mempersoalkan hal tersebut malah orang yang tidak tahu soal wilayah adat kajang. Dia mengatakan, yang mempersoalkan hal tersebut adalah orang – orang yang iri kepada Ichsan dan Cakka yang bisa mendapat restu dari pemangku adat tertinggi di Kajang.

“Yang ramai muncul di medsos itu, selama ini tidak ada orang dalam yang persoalkan. Justru itu orang luar yang iri. Tulis di situ, bahwa orang yang iri itu yang persoalkan,” tegasnya.

Diketahui, Galla Lombo adalah gelar yang melekat kepada pemangku adat kajang yang mengatur hubungan luar dan dalam suku adat Kajang. Jika dimisalkan sebuah negara adalah perpaduan menteri dalam negeri dan menteri luar negeri.”Malah Pak Ichsan dan Cakka menerima gelar adat dari Amma. Jadi kalau ada yang persoalkan itu, sekali lagi hanya orang – orang yang iri yah,” tutupnya. (rls)

To Top