Hut TNI Ke-72, Kodim 1411 Bulukumba Gelar Doa Bersama Untuk Keutuhan NKRI – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bantaeng

Hut TNI Ke-72, Kodim 1411 Bulukumba Gelar Doa Bersama Untuk Keutuhan NKRI

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Rangkaian acara masih terus dihelat Kodim 1411 Bulukumba, memperingati Hut TNI ke-72. Setelah sebelumnya menggelar bakti sosial pada Rabu 4 Oktober 2017 lalu, serta Kamis pagi 5 Oktober 2017 mengadakan upacara di lapangan Makodim 1411 Bulukumba, sore ini ratusan personil kodim bersama ibu ibu persit kartika candra kirara jajaran Kodim Bulukumba mengadakan Doa bersama.

Mayor Arfan yang membuka acara ini menyampaikan, kegiatan doa bersama dilakukan sebagai bentuk kesyukuran kepada sang pencipta yang telah memberikan nikmat keberkahan di usia ke 72 tahun TNI, dalam merawat umat menjaga NKRI.

“Ini bagian dari upaya kita dan para anggota mendekatkan diri kepada Allah karna kekuatan yang Maha Kuat adalah Allah. Kegiatan doa bersama yang di gelar di Masjid Kodim ini di awali dengan tausiyah dan di akhiri dengan doa bersama yang di di bawakan oleh Ustad Ikhwan Bahar Ketua Dai Muda Bulukumba, dan acara Dzikir di pandu oleh Ust. Maulana yang juga pengurus Dai Muda Bulukumba,”jelasnya.

 

 

Seebelumnya pada pagi hari, usai upacara, seluruh peserta upacara disuguhkan persembahan dari aparat jajaran Kodim 1411 Bulukumba yakni pementasan drama kolosal, dengan judul “Setia Hingga Akhir”, yang disutradarai Budayawan Bulukumba AM Darsyaf Pabotinggi. Alur cerita drama kolosal tersebut berkisah perjuangan heroik Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisi (RWM) yang dieksekusi mati oleh tentara Belanda. Saat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Mongisidi berada di Makassar. Namun, Belanda berusaha untuk mendapatkan kembali kendali atas Indonesia setelah berakhirnya Perang Dunia II. Mereka kembali melalui NICA (Netherlands Indies Civil Administration/Administrasi Sipil Hindia Belanda). Mongisidi menjadi terlibat dalam perjuangan melawan NICA di Makassar.

 

Pada tanggal 17 Juli 1946, Mongisidi dengan Ranggong Daeng Romo dan lainnya membentuk Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS), yang selanjutnya melecehkan dan menyarang posisi Belanda. Dia ditangkap oleh Belanda pada 28 Februari 1947, tetapi berhasil
kabur pada 27 Oktober 1947. Belanda menangkapnya kembali dan kali ini Belanda menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Mongisidi dieksekusi oleh tim penembak pada 5 September 1949. Jasadnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Makassar pada 10 November 1950.

 

Komandan Kodim 1411 Bulukumba, Letkol Arm Sutikno menegaskan diusia ke 72 tahun. TNI akan tetap setia hingga akhir merawat umat dan menjaga NKRI dari segala macam bahaya. Menurutnya dengan tekat dan kebersamaan dengan rakyat maka cita cita bangsa menuju masyarakat madani akan terwujud. “Usia TNI ke 72 tahun tentu adalah berkat rahmat Allah SWT yang harus selalu disyukuri. Momentum hari kelahiran TNI haruslah membuat kita semakin kuat dan semakin dewasa. Bagaimanapun TNI harus terus setia menjaga kehormatan NKRI,”pungkasnya.

 

To Top