Keluarga Pastikan Subandi Warga Bulukumba, Korban Penculikan Abu Sayyaf – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Keluarga Pastikan Subandi Warga Bulukumba, Korban Penculikan Abu Sayyaf

BERI SEMANGAT. Kapolres Bulukumba, AKBP Muh. Anggi Nualifar Siregar memangku salah satu anak Subandi, saat berkunjung di kediaman keluarga Subandi, kemarin. Pada kesempatan itu kapolres memberikan semangat kepada keluarga korban penculikan Abu Sayyaf tersebut.
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Satu dari tiga orang warga negara Indonesia yang dikabarkan diculik oleh geriliyawan Abu Sayyaf di Filipina dipastikan berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Subandi bin Sattu (40), warga Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari.
Kepastian tersebut diperoleh dari pengakuan pihak keluarga saat ditemui RADAR SELATAN bersama Kapolres Bulukumba, AKBP Muh. Anggi Nualifar Siregar di kediamannya di Kelurahan Tanah Lemo. Menurut pihak keluarga, informasi penculikan tersebut diperoleh dari istri korban, Indahwati yang kini berada di Malaysia.
Ibu mertua korban, Safiah mengungkapkan, kabar penculikan Subandi sudah diterima sejak akhir Januari 2017 lalu. Kemudian informasi tersebut semakin santer setelah kabar penculikan sang menantu ditayangkan di stasiun televisi nasional. Dia membenarkan, salah satu dari tiga orang yang ada dalam foto yang ditampilkan di televisi adalah menantunya.
“Iya itu benar menantu saya (Subandi, red), dia diculik. Anak saya yang langsung mengabarkan ke saya pada bulan Januari lalu. Dan semakin kuat saat kemarin saya lihat fotonya di televisi dan suaranya sama saat di wawancarai,” ungkapnya, Jumat 27 Oktober 2017.
Safiah menceritakan, Subandi sendiri terakhir kembali ke kampung halamannya untuk mudik tiga tahun lalu. Subandi diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Trawl, sebuah kapal milik pengusaha Malaysia yang menangkap ikan. Sementara sang istri terakhir kembali ke Bontobahari 14 bulan lalu.
Di mata keluarga, Subandi adalah sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab, dan pekerja keras. Dia menafkahi istri dan kedua anaknya. Hanya saja pasca menjadi korban penculikan sejak sembilan bulan lalu, tak ada kabar lagi dari Subandi kecuali informasi yang didapatkan dari media atau istrinya.
Meski menurut kabar Subandi dalam kondisi sehat, Safiah bersama keluarganya terus dihinggapi perasaan cemas lantaran korban masih berada dalam genggaman Abu Sayyaf. “Kami mohon buat pak polisi dan pemerintah untuk membebaskan menantu saya. Kasian anak-anaknya biasa menanyakan bapaknya. Kita juga beberapa bulan ini selalu dihinggapi kecemasan, tidak tenang perasaan ini menunggu kepastian Subandi kapan dibebaskan,” harapnya dengan mata berkaca.
Sementara itu, Rizki Novita Ramadhani (14), putri pertama Subandi mengaku sedih atas peristiwa yang dihadapi sang ayah. Hampir setiap waktu ia menangis merindukan sang ayah dan menunggu kepulangannya. Betapa tidak, Rizki terakir bertemu dengan sang ayah tiga tahun lalu.
“Sebelum diculik, kadang setiap dua hari bapak menelpon. Tapi ini sudah sembilan bulan saya tidak pernah lagi mendegar kabarnya langsung. Adik saya masih kecil, kasian kami kalau saya melihat di televisi ada kabar soal Abu Sayyaf saya sering menangis, ingat bapak,” cerita Rizki didampingi adik laki-lakinya, Muh. Sami Putra (2).
Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Nualifar Siregar, mengaku kunjunganna untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga Subandi. Menurutya pemerintah saat ini terus berupaya membebaskan Subandi dari cengkraman Abu Sayyaf.
“Paling tidak kehadiran kami sedikit memberikan semangat moril bagi keluarga korban. Insyaallah kita akan berupaya semaksimal mungkin, meski ini menjadi ranah presiden karena korban diculik separatis asal Filipina. Kasus ini sudah kita sampaikan juga ke Kedubes. Kita berdoa saja semoga ada kabar baik,” ujarnya memberikan semanat kepada keluarga dan anak-anak subandi.
Pada kesempatan itu, kapolres yang didampingi Kapolsek Bontobahari, AKP Umar Siatta, Waka Polsek Bontobahari, Iptu Budiawan, KBO Intelkam Polres Bulukumba, Ipda Muh. Amri, memberikan sumbangan berupa sejumlah uang kepada anak-anak Subandi.
Terpisah, Bupati Bulukumba, AM. Sukri A Sappewali mengaku kabar penculikan warga Bulukumba kembali viral saat pertemuan seluruh kepala daerah bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Momen itupun kemudian dimanfaatkannya menemui Dirjen Kesbangpol RI dan Kemendagri dalam rangka meminta perhatian khusus pemerintah pusat untuk segera memediasi penebusan warga asal Bulukumba dan dua temannya asal Kabupaten Kupualauan Selayar.
“Kebetulan saya di Jakarta kemarin saat berita ini viral di Istana, saya langsung  beberapa manteri dan dirjen.  Atas nama pemerintah daerah saya turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kami dari Bira. Semoga beliau diberi kekuatan dan ketabahan dalam menerima dan menghadapi cobaan ini. Kami akan terus berusaha mendesak pemerintah pusat uuntuk  menangani ini dan keluarga di Bira akan kami berikan bantuan,” janjinya.
Seperti diketahui, Subandi dan dua rekannya bernama, Sudarling dan Hamdan, ditawanan separatis Abu Sayyaf, sejak 18 Januari 2017 lalu. Ketiganya diketahui merupakan awak Kapal Trawl penangkap udang. Korban ditawan para korban sedang berlayar di perbatasan Malaysia-Filipina, namun tiba-tiba dicegat oleh geriliyawan Abu Sayyaf.
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!