Pansimas Karassing Dilapor ke Kejaksaan – Radar Selatan

Radar Selatan

Politik

Pansimas Karassing Dilapor ke Kejaksaan

TERBENGKALAI. Kondisi bangunan Pamsimas di Dusun Palantikang, Desa Karassing, Kecamatan Herlang, kini terbengkalai. Proyek yang dibangun sejak 2010 lalu belum berfungsi.
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: SUPARMAN
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Warga yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Pemuda Masyarakat Desa (APMD) Karassing, Kecamatan Herlang, melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas) ke Kejaksaan Negeri Bulukumba, Kamis 26 Oktober. Proyek yang dibangun 2010 silam itu kini tidak berfungsi.
Koordinator APMD Karassing, Muh Rusli, mengungkapkan pelaporan tersebut lantaran belum adanya upaya serius dari pengelolah Pamsimas menyelesaikan persoalan tersebut enam tahun terakhir. Begitupun sikap pemerintah desa yang juga dinilai acuh, sementara aspek kebutuhan masyarakat sangat tinggi.
Diakuinya, sarana air bersih yang terletak di Dusun Palantikang tersebut belum sempat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara bangunannya saat ini sudah mulai rusak akibat tidak difungsikan. Bahkan diduga pipa instalasi airnya telah dijual oleh oknum tertentu.
“Anggaranya itu sekitar Rp 200 juta, sudah enam tahun lebih lamanya proyek itu belum perfungsi. Apalagi musim kemarau begini kami dari masyarakat sangat membutuhkan air. Kami sudah laporkan ke kejaksaan pada 23 Oktober 2017 lalu, disertai petisi dari 30-an KK warga Desa Karassing,” ungkapnya ditemui usai melapor di Kejari Bulukumba, kemarin.
Parahnya, lanjut Muh. Rusli, sejumlah warga mengaku pernah dimintai pungutan antara Rp100 ribu hingga Rp 200 ribu dengan iming-iming air pansimas nantinya bisa mengairi hingga ke kolam-kolam penampungan air masyarakat. Sayangnya, janji tersebut belum terealisasi oleh pihak pengelolah yang diketahui bernama Syamsuddin.
Selain Pansimas, proyek irigasi yang terletak di lokasi yang sama dengan biaya APBD tahun 2015 juga tak berfungsi karena belum dapat mengairi sawah-sawah warga. “Kami minta kejaksaan segera turun melakukan pengecekan ke lapangan dan meminta langsung keterangan warga termasuk mencari tahu siapa pemilik proyek dan anggaran pastinya. Yang jelas proyek tersebut belum dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bululumba, Sarwanto, mengaku telah menerima laporan tersebut. Saat ini pihaknya menunggu perintah kepala kejari untuk dilakukan penelusuran lebuh lanjut. “Laporanya sudah masuk di sekretariat tinggal nanti disposisi dari pimpinan terlebih dahulu. Intinya kami akan tindaklanjuti temuan masyarakat ini,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Desa Karassing, Haris yang dikonfirmasi menjelaskan, laporan warga tersebut sebagai bentuk pengawasan dan pengawalan terhadap seluruh kegiatan fisik atau pun non fisik di daerahnya. Hanya saja, terkait Pansimas pihaknya membantah adanya penjualan pipa instalasi air. Yang terjadi di lapangan, adanya kerusakan di penampungan air akibat terkena panas matahari.
Apalagi selama dibangun belum pernah terisi air lantaran sumur bor yang belum mendapatkan air. “Sebenarnya pengelolaannya bagus, andaikan ada air sudah bisa teraliri ke rumah-rumah warga. Kalau untuk irigasi memang belum sampai ke sawah warga karena panjangnya hanya seratus meter lebih. Makanya nanti kita akan anggarkan melalui ADD untuk pengadaan pipa agar sampai ke sawah warga,” terangnya. (*)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!