BEM UNM Dukung Aliansi Rakyat Pejuang Tahura Tolak Reforma Agraria Palsu Jokowi – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

BEM UNM Dukung Aliansi Rakyat Pejuang Tahura Tolak Reforma Agraria Palsu Jokowi

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar (BEM FIS UNM) melaksanakan kegiatan Camp Advokasi dengan tema “mewujudkan kader pembelajar, pengorganisir, dan pejuang” selama tiga hari bertempat di Kelurahan tanah Lemo Lingkungan Tokala, Kecamatan Bonto Bahari Bulukumba. Kegiatan ini dilaksankan pada tanggal 27 – 29 Oktober 2017.

Sekitar 70 orang Mahasiswa meramaikan kegiatan ini yang terdiri dari peserta camp advokasi, panitia, steering committee dan pengurus BEM FIS UNM. Ketika diwawancarai, Ketua BEM FIS UNM menjelaskan “tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan skill serta membangkitkan perhatian mahasiswa terhadap isu Agraria khususnya” tutur Syainal.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Bulukumba, hadir menjelaskan tanah objek reforma agrarian (TORA) dan Perhutanan sosial (PS) sebagai bagian dari skema reforma agraria palsu Jokowi-JK. “ Jelas reforma agraria jokowi-Jk adalah palsu karena tidak menyinggung dan menyentuh sama sekali konflik agraria yang melibatkan perusahaan pemegang hak, contohnya di Bulukumba terdapat konflik antara masyarakat melawan PT. Lonsum Tbk begitupun dengan konflik agraria antara masyarakat (aliansi rakyat pejuang tahura) melawan Dinas LHK Kab. Bulukumba dimana masyarakat tegas menolak Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan untuk Obyek TORA dan rencana penetapan zonasi di kawasan taman hutan raya (TAHURA) yang terdapat klaim warga di dalam kawasan hutan tersebut” ungkap Rudy Njet Selaku ketua AGRA Bulukumba.

Panitia memilih Desa Tokala kecamatan Bonto Bahari sebagai tempat penyelengaraan kegiatan setelah mendapat informasi terdapat konflik lahan antara warga dan dinas lingkungan hidup dan kehutanan di dalam kawasan taman hutan raya. Sebagai panitia Zul Firman menjelaskan “selaras dengan tema kegiatan, kami ingin peserta bisa turun langsung untuk mengetahui dan melihat langsung kehidupan warga yang diusir dari tanahnya sekaligus belajar cara membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakan warga untuk berjuang” jelasnya.
Peserta camp advokasi terlibat aktif dalam berbagai kegiatan. Salah satunya, pemetaan partisipatif yang dikoordinir oleh AGRA Bulukumba melibatkan mahasiswa dan warga, Studi lapang bersama warga kampung Jolli, dan penerimaan materi terkait reforma agraria.
Warga Desa Darubiah, Desa Ara, dan Kelurahan tanah lemo yang tergabung dalam aliansi pejuang rakyat tahura sangat antusias menanggapi kehadiran mahasiswa di tengah konflik yang semakin meruncing.

Kordinator aliansi pejuang rakyat tahura, Sukardi menyampaikan “mahasiswa yang hadir di sini, adalah mahasiswa yang peduli terhadap perjuangan dan nasib petani yang ada di sekitar kawasan Tahura” dia juga menyatakan “dengan kehadiran mahasiswa UNM di sini secara langsung mengkampanyekan tuntutan pembebasan lahan Tahura agar dikeluarkan dari kawasan hutan” jelasnya.

Di akhir kegiatan, BEM FIS UNM dengan tegas menyatakan dukungan penuh terhadap aliansi pejuang rakyat tahura Bulukumba menolak Reforma Agraria Palsu Jokowi-Jk.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!