Pemkab Deklarasi Sekolah Ramah Anak – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pemkab Deklarasi Sekolah Ramah Anak

DEKLARASI. Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali menandatangni naskah deklrasi Sekolah Layak Anak, Sabtu, 28 Oktober di Lapangan Pemuda Bulukumba, Sabtu 28 Oktober lalu. 
BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bululumba mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak. Derklarasi yang diikuti 40 sekolah ini dilakukan pada puncak peringatan Sumpah Pemuda ke-89 di Lapangan Pemuda Bulukumba, Sabtu 28 Oktober kemarin.
Bupati Bulukumba, AM. Sukri Sappewali dalam sambutanya mengatakan, Sekolah Ramah Anak adalah salah satu indikator untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Selain itu, indikator lainnya adalah desa layak anak, kelurahan layak anak, puskesmas ramah anak, dan rumah sakit ramah anak.
Olehnya itu Sukri berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas harus bervisi ramah anak. Ia juga menyayangkan apabila ada anak-anak tidak sekolah karena tidak memiliki administrasi kependudukan, sebagaimana yang terjadi di beberapa kecamatan.
“Tidak ada alasan anak-anak tidak sekolah, kita harus proaktif mengurusnya jika ada kejadian begitu,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sukri yang membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi juga mengingatkan pentingnya peran dan kesadaran pemuda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI pertama Soekarno, “Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir”.
“Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generani muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah pelah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan,” ucap Sukri.
Pada acara tersebut juga para pemuda dari sejumlah organisasi kepemudaan membacakan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928. Bupati juga menyarahkan sejumlah penghargaan penyerahan kartu BPJS Mandiri kepada warga kurang mampu sebagai donasi dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BNI yang menanggung 50 jiwa dan Koperasi Simpan Pinjam Berkat menanggung 51 jiwa.(aw
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!