Rp 3,5 Miliar  Tebusan untuk Subandi dari Abu Sayyaf – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Rp 3,5 Miliar  Tebusan untuk Subandi dari Abu Sayyaf

REPORTER: RAKHMAT FAJAR
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Memasuki bulan ke sepuluh, Subandi bin Sattu (40) warga Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, masih ditawan geriliyawan Abu Sayyaf di Filipina. Kelompok oleh Pemerintah Filipina disebut sebagai pemberontak itu meminta tebusan sebesar Rp 3,5 miliar untuk Subandi dan dua rekannya asal Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hal ini diungkapkan Kapolsek Bonto Bahari, AKP Umar Siatta, saat dikonfirmasi perkembangan informasi kondisi Subandi dan dua rekannya. Pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kata dia, tengah berupaya bernegosiasi untuk pembebasan ketiganya namun belum membuahkan hasil.
Menurutnya, Kapolres Bulukumba yang saat itu dijabat AKBP Kurniawan Affandy telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Malaysia dan Filipina di Jakarta. Hasilnya diketahui, kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp 3,5 miliar untuk ketiga warga negara Indonesia tersebut.
“Saya lupa berapa peso yang diminta, tapi intinya kalau mata uang rupiah yah nilainya sekitar Rp 3,5 miliar sebagai tebusannya,” jelasnya dihubungi, Minggu 29 Oktober 2017 saat dikonfirmasi melalui via selulernya.
Jumlah tebusan tersebut juga dibenarkan ibu mertua Subandi, Safiah. Informasi tersebut diterima dari istri Subandi, Indahwati, yang mengaku jumlah itu sesuai hasil negosiasi pihak perusahaan Kapal Trwal tempat suaminya bekerja. “Pemerintah Malaysia juga sedang bernegosiasi. Yah yang diminta sekian (Rp 3,5 miliar, red),” tambahnya.
Safiah menceritakan, saat diculik Subandi tengah berlayar dengan menggunakan kapal berbendera Malaysia. Dia mengaku tidak menyangka suami dari putrinya itu menjadi tawanan kelompok ekstremis Filipina itu. “Selama ini kita hanya menonton berita tentang Abu Sayyaf, ternyata kami yang jadi korban,” keluhnya sembari berharap sang menantu segera kembali.
Terpisah, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, mengaku pemkab tidak dapat berbuat banyak, selain berharap para korban dapat segera dilepaskan dalam kondisi selamat. Namun pemkab, kata dia, terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembebasan para sandera.
“Pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja melakukan komunikasi di provinsi dan Kementerian Luar Negeri agar warga bulukumba yang disandera bisa kembali ke Indonesia. Kewenangan melakukan negosiasi ada di Kemenlu. Mari kita berdoa agar saudara kita bisa tabah menghadapi ini, dan secepatnya ada kabar baik,” ujarnya.
Diketahui Subandi bersama dua rekannya masing-masing, Sudarling dan Hamdan yang merupakan warga Pulau Bembe, Kepulauan Kabupaten Selayar, ditawan kelompok Abu Sayyaf sejak 18 Januari 2017 silam. Ketiganya merupakan awak Kapal Trwal milik perusahaan asal Malaysia. Ketiganya diduga diculik saat berlayar di sekitar Perairan Lahat Datu, Malaysia Timur.
Penculikan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya asal Sulsel oleh kelompok Abu Sayyaf bukan kali pertama terjadi. Pada akhir Maret 2016 lalu, kelompok militan ini juga menyandera 10 awak Kapal Motor Brahma 12. Dari 10 korban penculikan, tiga di antaranya merupakan warga Sulsel yakni dari Makassar, Wajo, dan Palopo. Mereka kemudian dilepas dan dipulangkan ke Tanah Air setelah berhasil melalui proses negosiasi yang cukup panjang. (*)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!