Polisi Amankan Pemilik Tambang Ilegal,  Wakapolres: Kalau Sudah Diingatkan, Kita Proses – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Polisi Amankan Pemilik Tambang Ilegal,  Wakapolres: Kalau Sudah Diingatkan, Kita Proses

SITA. Tim Satgas Tambang Kabupaten Bulukumba menyita mesin rudal milik penambang ilegal yang masih beroperasi di Desa Manjalling, Kecamatan Ujungloe, kemarin. Polisi juga menambangkan pemilik tambang.
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Satuan Tugas (Satgas) Tambang Kabupaten Bulukumba, kembali melakukan operasi tangkap tangan tambang ilegal, Senin 30 Oktober. Alhasil, tim mengamankan seorang pemilik tambang ilegal jenis pasir, H. Yakub yang berlokasi di Dusun Kailie, Desa Manjalling, Kecamatan Ujungloe.
Ketua Tim Satgas Tambang, Kompol Syarifuddin mengatakan, operasi dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masih adanya tambang ilegal yang berporasi di lokasi tersebut. Polres bersama Kodim 1411 dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutahan (DLHK) Bulukumba didampingi Camat Ujungloe, A. Yuniarti, dan Kades Manjalling, Andi Lukman, langsung menuju lokasi yang dimaksud.
“Operasi tadi dipimpin Kasat Sabhara, AKP Sudirman bersama KBO Reskri, Iptu Sabri, Kabid Lingkungan Hidup, camat Ujunloe, kades Manjalling, Satpol PP, dan anggota TNI. Di lapangan tim menemukan mesin rudal milik H. Yakub sementara  beroperasi,” terangnya.
Dari hasil operasi, lanjut Syarifuddin, tim menyita beberapa alat tambang berupa mesin rudal (mesin penghisap pasir, red) dan langsung diamankan di Mapolres Bulukumba sebagai barang bukti. “Yang bersangkutan (pemilik tambang, red) sementara kita mintai keterangan dulu. Untuk langkah selanjutnya kita tunggu hasilnya nanti. Intinya kalau sudah ada warning dari awal lalu dilanggar lagi, jelas akan ada upaya hukum yang akan kita ambil,” tegas Wakapolres Bulukumba ini.
Syarifuddin juga mengingatkan kepada para pemilik usaha tambang ilegal untuk tidak mencoba beroperasi kembali. Jika kembali ditemukan menambang sebelum ada izin usaha pertambangannya, maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Jumat 27 Oktober lalu, RADAR SELATAN meninjau lokasi tambang yang diduga ilegal di bantarang Sungai Balangtieng, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale. Di lokasi yang sebelumnya disegel polisi ini, masih terlihat aktivitas penambangan. Padahal usaha penambangan yang diketahui dikelola PT. Palangkaraya dan dua pengusaha lainnya tersebut belum mengantongi Surat Izin Usaha Pertambangan (SIUP).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, perusahaan tambang milik Hm dan Ra yang berokasi di Dusun Ulu Galung, batas Desa Lonrong-Balong, Kecamatan Ujungloe, sudah beroperasi sejak 2015 lalu. Sementara PT. Palangkaraya yang berada di batas Desa Lonrong-Swatani (Kecamatan Rilau Ale) beroperasi sejak 2012 lalu. Warga pun telah melaporkan hal ini ke polisi namun belum mendapat respons positif.
Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki sebelumnya juga telah meminta satgas tambang bertindak tegas tanpa pandang bulu. Seluruh tambang ilegal harus dihentikan, dan jika membandel sudah sepantasnya diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Perlu gebrakan terbaru, kalau sudah diberikan imbauan lalu masih menambang, yah ditindak tegas dan dihukum sesuai UU yang berlaku. Ingat, kalau ini terus dibiarkan akan menjadi bom waktu, kelak anak cucu kita yang menanggung akibatnya. Jangan mengutamakan keuntungan saja tapi perhatikan juga dampaknya,” tegasnya.(*)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!