Wangi-wangi, Gerbang Utama BBM Satu Harga di Wakatobi – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Wangi-wangi, Gerbang Utama BBM Satu Harga di Wakatobi

Nelayan dan warga pulau khususnya di Wangi-wangi, ibukota Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara kini tak menjerit lagi. Janji Presiden Jokowi menerapkan BBM Satu Harga sudah mewujud di pulau yang memiliki ‘surga’ bawah laut itu.

Laporan: Sunarti Sain

 

Saat musim ombak tiba, antrean warga dan jejeran jerigen di beberapa Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) dengan mudah kita jumpai di Wangi-wangi (Wanci, red), ibukota Kabupaten Wakatobi yang berpenduduk hampir 30.000 jiwa. Puluhan nelayan menganggur tak melaut. Ojek kampung meradang karena penghasilannya ikut surut.
Itu dulu, saat harga BBM masih melambung mengikuti pasang-surut gelombang di laut. Jika kapal-kapal kayu yang mengangkut drum-drum premium dan solar tak kuasa melawan kondisi alam yang ekstrem untuk merapat di dermaga Wangi-wangi, maka saat itulah kehidupan warga pulau seperti terisolasi. Tak ada bahan bakar untuk mencari ikan di laut, tak ada bensin untuk mengisi motor ojek yang memudahkan mobilitas warga di pulau seluas 241,98 km².
“Kondisi seperti itu terjadi beberapa tahun lalu sebelum dibangun SPBU dan pemerintah menetapkan BBM Satu Harga,” ujar H. Amri, perantau dari tanah Bugis yang memilih berjualan bahan pokok di Wangi-wangi saat ditemui, awal Oktober 2017.
Kini, kehidupan warga pulau di Wangi-wangi makin bergeliat. BBM sudah bisa dibeli dengan harga yang sama seperti di Kota Bau-bau atau Kendari, ibukota Sulawesi Tenggara. Premium sebesar Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter sudah dinikmati warga pulau sejak akhir Februari 2017 lalu.
Sebelumnya harga BBM di wilayah tersebut berkisar Rp 15.000/liter sampai Rp 50.000 per liter jika dijual di pinggir jalan. Sedangkan solar dibanderol sekitar Rp10.000 sampai- Rp15.000/liter.
Menurut La Rahim, nelayan penangkap ikan cakalang, BBM satu harga yang diterapkan pemerintah sangat membantu dan terasa manfaatnya. “Kita syukur sekali karena tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar bensin dan solar. Kalau dulu saya istirahat melaut sambil menunggu harga BBM stabil, sekarang hasil tangkapan bisa tambah banyak karena harga BBM sudah adil,” tutur La Rahim.

Pemerataan Energi dan Berkeadilan

 

Pemerintah telah bertekad menerapkan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di seluruh Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Pemerintah mulai membangun penyalur BBM di lokasi yang harga BBM-nya masih mahal.
Program tersebut kembali dipertegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat berkunjung di Makassar beberapa waktu lalu. Menurut Jonan, dalam rangka menjalankan program BBM satu harga, pemerintah menugaskan dua perusahaan penyedia dan penyalur BBM. Salah satunya, PT Pertamina (Persero).
PT Pertamina (Persero) pun merealisasikan program tersebut dengan menambah titik BBM Satu Harga khususnya di Sulawesi.
Menurut Area Manager Communication and Relation Sulawesi, Hermansyah, ada 13 titik yang direncanakan terealisasi, tapi baru tiga titik yang beroperasi di 2017 ini. Dua titik di Kabupaten Kepulauan Talaud dan satu titik di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina terus melakukan pemetaan di 148 kabupaten di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai lokasi sasaran BBM satu harga.
Upaya Pertamina merealisasikan BBM satu harga di beberapa wilayah sejalan dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 soal Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Secara Nasional yang diberlakukan sejak 1 Januari 2017.
Permen tersebut mengatur 148 kabupaten sebagai lokasi pendistribusian BBM satu harga secara bertahap dalam kurun waktu 2017-2020.
Saat ini, warga sudah menikmati keadilan energi khususnya di wilayah Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko).
Tidak ada lagi antrean warga memegang jerigen dan keluhan nelayan yang tak bisa melaut karena harga BBM mahal dan langka. Senyum warga pulau di Wakatobi makin merekah. Keadilan energi tidak hanya milik warga di daratan. Mereka yang hidup di pulau-pulau terpencil pun ikut merasakan BBM satu harga.
***

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!