Propam Periksa 12 Saksi,  Dugaan Kekerasan Oknum Polantas – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Propam Periksa 12 Saksi,  Dugaan Kekerasan Oknum Polantas

BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID  — Kasus dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota Polantas yang menewaskan seroang warga, Zainal Abidin terus berproses. Unit Propam Polres Bulukumba telah memeriksa 12 saksi baik dari warga maupun anggoa polisi yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Kasusnya sudah ditangani oleh propam, kita tunggu saja hasilnya,” kata Wakapolres Bulukumba, Kompol Syarifuddin, saat dikonfirmasi, kemarin.
Hanya sjaa, mantan Kabag Ops Polres Bulukumba ini mengaku masih enggan berbicara terlalu jauh terkait kasus tersebut. Namun dia berjanji akan tetap memproses hukum oknum anggotanya jika terbukti bersalah. Bahkan proses hukum pidana akan diberikan kepada terduga pelaku.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP Muhammadi Muhtari yang dikonfirmasi siang kemarin mengaku tengah mengantarkan jenazah almarhum, Zainal Abidin ke lokasi pemakamannya di Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Turut hadir Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulipar Siregar serta beberapa pejabat Polres Bulukumba lainnya.
“Kami ada di Jeneponto, ini bentuk duka cita kami kepada keluarga,” tulis Muhtari melalui akun WhatsApp-nya.
Sementara itu Anggota  DPRD Bululumba, Ahmad Sulthan meminta kapolres Bulukumba bertindak tegas dan memproses kasus ini secara transparan kepada publik. Menurutnya di tengah krisis ketidakadilan saat ini dibutuhkan integritas polisi untuk menuntaskan kasus yang diduga melibatkan oknum anggota polisi.
“Indonesia adalah negara hukum, siapapun harus ditegakkan meski dia polisi. Meski sudah tugasnya untuk menegakkan hukum, namun seharusnya tidak bertindak arogan yang berbuntut kematian masyarakat,” tegas anggota Komisi A itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Zainal Abidin dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mendapat tindak kekerasan oleh oknum polantas saat digelar Operasi Zebra di Jl. Dato Tiro, Lingkungan Tabbuttu, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Sabtu 4 November lalu. Korban diduga meninggal setelah kepalanya terkena benda keras oleh oknum polantas yang bertugas saat itu.
Korban sempat mengalami pusing dan muntah dan sempat dilarikan ke Puskesmas Ujungloe lalu dirujuk ke RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba. Namun kondisinya yang kritis, korban kemudian dirujuk ke RS Faisal Makassar untuk mendapatkan perawatan medis hingga akhirnya meninggal dunia.(awa/man/b)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!