Bripka Anwar Terancam Lima Tahun Penjara, Atas Insiden Meninggalnya Pengendara Motor – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Bripka Anwar Terancam Lima Tahun Penjara, Atas Insiden Meninggalnya Pengendara Motor

Kombes Pol Dicky Sondani Kabid Humas Polda Sulsel
BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID — Kasus dugaan kekerasan oknum polantas Polres Bulukumba, Bripka An yang menewaskan, Zainal Abidin terus bergulir. Bripka An terancam dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
 
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum anggota polantas di Bulukumba telah ditangani Unit Propam. Namun dalam proses hukumnya, kasus tersebut akan tetap menerapkan hukum pidana. 
 
“Kita sudah tangani, Bripka An kita kenakan pasal 351,” terang pria yang akrab disapa Dicky ini.
 
Meski menurutnya, insiden tersebut bukanlah tindakan kesengajaan. Apalagi peristiwa tersebut terjadi saat jajaran Polres Bulukumba tengah melaksanakan giat Operasi Zebra 2017 yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia. 
 
Terpisah, Waka Polres Bululumba, Kompol Syarifuddin mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dia menegaskan proses hukum terhadap Bripka An akan tetap dilakukan.
 
“Masih tahap pemeriksaan, yang pasti proses hukum akan tetap dilaksanakan, meski keluarga telah menerima,” ujar mantan Kabag Ops Polres Bulukumba itu.
 
Sementara itu, sebuah video pernyataan dari pihak keluarga Zainal Abidin beredar luas di media sosial facebook. Dalam video berdurasi 46 detik tersebut pihak keluarga korban yang didampingi Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, mengaku telah menerima kematian almarhum sebagai sebuah musibah. Namun pihak keluarga tetap menuntut proses hukum terhadap pelaku. 
 
“Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Saya selaku perwakilan keluarga korban Zainal Abidin, korban dari musibah dengan personel Polres Bulukumba, telah menerima keadaan dengan ikhlas dan lapang dada. Kami berharap untuk anggota yang terlibat untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku…” demikian kutipan pernyataannya. 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Zainal Abidin dikabarkan meninggal dunia setelah diduga mengalami tindak kekerasan dari oknum polantas Bripka An saat bertugas dalam Operasi Zebra di Jl. Dato Tiro, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Sabtu 4 November lalu. Korban dinyatakan meninggal, Minggu 5 November, setelah sempat dirawat di RSU Faisal Makassar. (awa/man/b)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!