Pelaku Penganiayaan Almarhum Syamsuddin Masih Buron – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Pelaku Penganiayaan Almarhum Syamsuddin Masih Buron

Ilustrasi (Int)
BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Sudah delapan bulan lamanya, satu dari tujuh pelaku penganiayaan yang menyebabkan Syamsuddin meninggal dunia, Maret 2017 lalu masih buron. Pelaku bernama Ramli warga Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe, yang juga berstatus tersangka dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Ada tujuh tersangka dalam kasus ini. Enam lainnya sementara menjalani hukuman penjara di lembaga, sedang satu orang lainnya yaitu Ramli, masih dalam status DPO (Daftar Pencairan Orang),” kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 10 November 2017, kemarin.
Dia mengaku pihaknya masih terus melakukan upaya pencarian terhadap tersangka. Namun hingga saat ini belum ada informasi terkait keberadaan eks karyawan PT Lonsum tersebut. Namun Deki enggan berspekulasi soal adanya persepsi terkait kaburnya, Ramli yang diduga ada kaitannya dengan fakta tewasnya warga Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa tersebut.
Dedi menguraikan, pada perstiwa tewasnya Syamsuddin, Ramli merupakan tersangka yang diamankan pada masa peralihan dari Polsek Ujung Loe ke Polres Bulukumba dengan kasus KDRT.
“Kan itu presepsi. Kemungkinan adanya fakta baru jika nanti Ramli ditangkap bisa saja ada, tapi untuk ada tersangka lain apalagi oknum polisi sepertinya tidak ada lagi. Apalagi keterangan si Ramli itu belum kuat jika benar ada kesaksiaanya nanti, karena harus cari saksi lain dan bukti pendukung lainnya,” terangnya.
Dalam kasus tewasnya Syamsuddin yang saat itu diamankan dalam kasus dugaan perkosaan terhadap anaknya polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka. Dua di antaranya adalah oknum anggota polisi masing-masing, Bripka Muh. Rijal dan Bripda Fitri dan lima orang lainnya termasuk Ramli.
Bripka Muh. Rijal dan Bripda Fitri saat ini tengah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 2B Taccorong. Bripda Fitri divonis 5,6 tahun penjara sedang Bripka Muh. Rijal dengan kurungan 1,8 tahun penjara. “Kita sudah konfrontir dan mencocokkan seluruh keterangan saksi maupun tersangka. Tidak ditemukan petunjuk baru soal keterlibatan oknum anggota (polisi) lainnya. Tapi imbas dari kejadian ini, seluruh anggota PPA saat itu cuci gudang, artinya dimutasi semua,” tutupnya. (faj/man/b)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!