Surat Terbuka: Kepada Manajemen BLUD RSUD Bulukumba – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Surat Terbuka: Kepada Manajemen BLUD RSUD Bulukumba

Mansur

Kepada
Managemen BLUD RSUD Bulukumba

Assalamu Alaikum Wr. Wb
Salam Bebas dari Penyakit.

“ Di sini saya kadang heran, kita sudah melayani pasien sesuai prosedur, pasien juga tidak ada keluhan, tapi ketika keluarga pasien datang muncullah ciutan – ciutan kalau layanan dirumah sakit bermasalah “ Kata dr Abdul Rajab ( Direktur Rumah Sakit) Selasa, 21/Nov-2017.

Bapak(i) Managemen. Anda sehat?

Semoga Bapak(i) Managemen RS sehat dan baik-baik selalu. Sehingga bapak(i) dan kami, warga masyarakat memiliki kesamaan pandangan dan tindakan dalam menjalankan, menentukan sehat, sakit dan standar prilaku layanan rumah sakit. Hal ini, tentunya terkait dengan kerangka managemen berbasis kinerja. Saya berharap, Bapak(i) pengelola rumah sakit sepaham dengan kami dalam meyakini argumentasi ini sebagai salah satu pendekatan kualitas dan standar mutu layanan kesehatan.

Bapak(i) managemen RS. Apakah anda masih percaya diri sebagai salah satu organisasi sektor publik?

Pertanyaan yang bertujuan untuk menilai kinerja yang ada dan membandingkan dengan standar pelayanan kesehatan. Perlu kita cermati bersama, sejak sore kemarin. Rumusan kebijakan dan kerangka kerja managemen, mengkonfirmasi budaya layanan
Rumah sakit. Kesimpulannya, Masyarakat adalah tersangka tunggal dari semua kejadian dan kondisi layanan rumah sakit yang terbilang buruk (versi masyarakat). Terimah kasih, semoga percakapan bapak(i) managemen bisa membantu kami warga masyarakat untuk bertindak main baik jika kerumah sakit.

Terkait Kinerja, Budaya RS. Bapak(i) Managemen, Se Berbudaya itukah kinerja anda?

Tentunya kami berharap, managemen tidak se primitive kami. Sebab, Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. ArtinyaBudaya pelayanan rumah sakit adalah merupakan instrumen utama yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Serta Rumah Sakit memiliki peran yangsangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan kesehatan masyarakat. Sampai disini, semoga bapak (i) masih menyadari Status BLUD RS!

Rumah sakit adalah tempat dimana orang-orang yang mempunyai masalah kesehatan mengharapkan pertolongan. Dengan kata lain, seseorang datang ke rumah sakit dikarenakan oleh kondisi tubuh dan/atau jiwanya kurang nyaman (sakit). Defenisi ini, menempatkan rumah sakit sebagai tumpuan harapan sehat nasyarakat. Harapan kami tentu seirama dengan harapan penyelenggaraan pelayanan manajemen Rumah Sakit. Semoga gamabaran harapan ini, bermakna kepatuhan terhadap standar – standar etika dan budaya yang telah ditetapkan.

Sekali lagi, semoga bapak(i) pengelolah rumah sakit menyadarari dirinya sebagai penyelenggara layanan badan publik. Interaksi dengan masyarakat adalah sebuah tuntutan. Sebab, Jika managemen rumah sakit mencoba untuk mensiasati standar etis dan norma yang bersandar pada Mutu layanan dengan praktik – paraktik diluar kehendak kolektif pengelola. Maka,

https://drive.google.com/file/d/1aWmX1uO5lNFwALu141cr0jPMJVZdnE8d/view?usp=drive_web

Kondisi Rumah Sakit melalui kualitas pelayanannya, tetap mengacu pada, kemampuan rumah sakit memberi pelayanan yang sesuai dengan standar profesi kesehatan dan dapat diterima oleh pasiennya.

Bapak(i), Semoga kesadaran kolektive menjadi milik kita.

Jika kami dimungkinkan untuk mengajukan satu pertanyaan. “ Seberapa serius dan pentingkah posisi rumah sakit sebagi badan layanan kesehatan sektor publik menurut pengelola semua? Sebab, Rentetan peristiwa dan prilaku yang terpotret sebuah kesengajaan itumerupakan bukti empiris ketidakkompakan pengelola. Rumah Sakit yang bersoal secara berlulang dengan budaya pelayanan merupakan uji petik tanpa perlu mengkaji, bagaimana dan seperti apa pengaruh budaya organisasi jika komitmen organisasi dan akuntabilitas publik terhadap kinerja organisasi RS di kesampingkan. Semoga bapak(i) menyadarinya dengan sangat baik. Harapan saya, bersatupadulahpada semagat yang satu, visi bersama dalam mengelola RS.
Bapak(i) Managemmen, Cukuplah “ masyarakat sebagai pengguna jasa layanan RS ” yang kalian salahkan. Sudahilah saling curiga dan saling mengunting dalam lipatan sendiri. Berhentilah untuk saling berprasangka dan menyandra, Stop- Stop maki untuk saling memenopoli dan saling menjatuhkan. Apakah bapak(i) sadar, ataukan sebagai pengelola RS menyadari. Bahwa bias dari prilaku tidak sehat anda di rumah sehat (sakit) ikut menyeret “Pemerintah Daerah sebagai pemberi mandat, dan masyarakat sebagai pengguna layanan “ Menjadi pihak yang paling dirugikan. Sadarkah anda dengan itu, Seberapa Pedulikah bapak(i) kepada mereka? Jadi, sebelum semuanya semakin membawa persepsi dan kepercayaan pada arus dasar opini. Dan atau sebelum managemen menyalahkan pemberi mandatnya ( semoga tidak terjadi). Sudahilah dinamika internal yang tidak produktif bagi rumah sakit. Kami, Masyarakat akan ikut mensupport bapak(i) jika membumikan budaya layanan rumah sakit yang Sikatutui, Sipaingaq na Siparappe menjadi visi bersamanya.

Semoga saya, dan diri saya mendapatkan pelajaran yang bernilai edukasi bagi kesehatan Bulukumba.
Assalamu alaikum Wr..Wb

Mansur.
Warga Bulukumba

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!