Bulukumba Berpeluang Raih Adipura – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bulukumba Berpeluang Raih Adipura

SUMBER ENERGI. Kasi Pengelolaan Limbah B3 DLHK Bulukumba, Irham memperlihatkan pembakaran dari gas metan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah di TPAS Borong Manempa, kemarin. Gas metan merupakan sumber energi yang terbarukan yang dihasilkan dari sampah.
BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID — Kabupaten Bulukumba diprediksi berpeluang meraih Adipura tahun 2018 mendatang. Kegagalan yang terjadi pada tahun 2016 menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk membenahi segala kekuarangan.
Hal ini diungkapkan Kasi Pengelolaan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Irham. Menurutnya, Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS) Borong Manempa diklaim menjadi modal untuk mendongkrak nilai hingga 75 poin.
Dijelaskannya, penyebab gagalnya Bulukumba meraih Adipura tahun 2016 lalu karena nilai yang diperoleh untuk TPAS kurang dari 75 poin. Pasalnya, TPAS yang ada saat itu belum mampu menghasilkan gas metan. Namun saat ini TPAS tersebut sudah menghasilkan gas metan, bahkan telah dimanfaatkan warga sekitar untuk memasang dan penerangan rumah.
“Kemarin (2016, red), nilai kita kurang 0,24 poin dari 75 poin yang harus dikumpulkan. Itu karena TPAS belum memproduksi gas metan saat itu. Tapi sekarang sudah ada, dan insyaallah akan menjadi nilai tambah penilaian tahun ini,” ujarnya.
Saat ini, kata Irham, penilaian Adipura telah memasuki tahap kedua (P2). Tim penilai gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tim tindak lanjut kementerian, dan Pemprov Sulsel, mengapresiasi proses pengelolaan TPAS. Hal ini menjadi angin segar bagi pemerintah dan masyarakat untuk kembali meraih Adipura.
“Kemarin tim penilai telah datang 26-27 November, dan kita dapat apresiasi. Sisa pengarungan pengomposannya, membuat jalan di sumur pantau hilir, pasar serta pengelolaan pupuk organiknya mau dibenahi,” ujar Irham.
Selain TPAS, tim penilai juga telah memamtau 59 titik, 20 di antaranya jalan protokoler seperti Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Bung Tomo, dan Jl. Ahmad Yani. Kemudian 11 sekolah, di antaranya SDN 2 Terang-terang, SDN 10 Ela-ela, SDN 172 Borong Kalukue, SDN 6 Kasuara, SDN 24 Salemba, dan SDN 171 Loka. Termasuk SMPN 1 dan 2, serta MAN 1 dan SMAN 8 Bulukumba.
Kantor pemerintahan juga masuk dalam penilaian, seperti kantor bupati, sekretariat DPRD, Dinas Pertanian, Disdukcapil, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Dinas Kearsipan. Begitupun perumahan, seperti BTN 1 dan 2, BTN Somba, BTN Ujung Bulu, permukiman Jl. Apel dan Jl. Pisang.
Begitupun dengan tiga ruang terbuka hijau, seperti Taman Cekkeng, Hutan Kota, dan Pinisi Park, serta beberapa fasilitas publik seperti pasar sentral dan terminal induk. “Termasuk pertokoan di Jalan Andi Sulthan Dg Radja, pertokoaan lama, dan pertokoan di Jalan Muhammad Hatta, semuanya dipantau,” beber Irham.
Dari hasil pemantauan tim penilai, lanjut Irham, Bulukumba dinilai masih butuh banyak pembenahan, seperti trotoar dan jalan trotoar yang tidak miliki ruang terbuka hijau, serta bank sampah yang tidak dimiliki oleh perumahan. “Hanya BTN 2 yang punya bank sampah, yang lainya tidak ada. Termasuk pertokoan tidak memperhatikan persampahanya,” ujarnya.
“Dari hasil penilaian pertama, kita mendapatkan waktu untuk menindaklanjuti temuan penilai agar kita (Bulukumba, red) bisa meraih Adipura yang diperkirakan pada akhir Februari atau awal Maret 2018 mendatang,” tutupnya.(*)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!