Tokoh Adat Minta Suku Tanah Toa, Tidak di Pecah Belah – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Tokoh Adat Minta Suku Tanah Toa, Tidak di Pecah Belah

BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID – -Wakil Ketua Dewan Masyarakat Adat Nusantara Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Mansyur Embas meminta   masyarakat adat Ammatoa tidak terpecah belah.

Hal tersebut disampaikan Mansyur Embas, kepada Radar Selatan belum lama ini saat silaturahmi dengan tokoh ada Gallarang di salah satu rumah kerabat tokoh adat Gallarang.

Menurut Mansyur, adat Ammatoa itu hidup sederhana dan tidak berlebihan.

“Saya tidak menuduh. Kenyataannya, masa orang demo atas nama Ammatoa dikantor Bupati,” jelas Mansyur.

 

Embas mengatakan, adanya sejumlah warga Tanah Toa, khususnya yang berada di dalam kawasan adat Tanah Toa, yang ikut dalam beberapa aksi, dicurigai atas intervensi dari pihak tertentu.

 

“Ammatoa itu hidup kamase-mase (sederhana). Karena benturan benturan dari luar yang dikaitkan dengan benturan politik, jadilah seperti ini,” tambahnya.

Mansyur mengatakan bahwa dirinya tidak menghendaki hal tersebut terjadi, lantaran Suku Tanah Toa selama ini dikenal jauh dari intrik politik.

“Ini sudah berkembang sampai di Jakarta, dikatakan bahwa ketua lembaga adat Ammatoa sudah seharusnya menuntut tanahnya dari Lonsum, Tidak ada yang terjadi seperti itu. Hanya orang luar, yang punya kepentingan yang buat itu,” jelas Mansyur.

Mansyur berharap, agar tidak menjadikan adat Ammatoa sebagai tameng untuk kepentingan tertentu, karena menurut Mansyur, Ammatoa tidak pernah menuntut tanah dan lain-lain sebagainya.

“Tidak ada sejengkal tanah adat Kajang yang ditanami PT Lonsum, tolong diluruskan. Jangan sampai mereka dijadikan korban. Dulu pernah ada konflik, ada dua Ammtoa gara-gara pengaruh dari luar. Ternyata ada dua Parpol yang bersaing merebut suara saat itu,” jelas Mansyur.(one).

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!