Deadline Hingga 16 Desember, Anggaran Megaproyek IGD Terancam Terhenti – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Deadline Hingga 16 Desember, Anggaran Megaproyek IGD Terancam Terhenti

Ilustrasi (Int)
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Pembangunan proyek pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba terancam dihentikan. Megaproyek senilai Rp 40 miliar dari Kementrian Kesehatan RI tersebut dideadline hingga tanggal 16 Desember 2017.
Ketua DPRD Bulukumba, A. Hamzah Pangki mengungkapkan, hingga Selasa 5 Desember kemarin realisasi proyek baru mencapai 70 persen, sementara sisa waktu diberikan tinggal 11 hari lagi. Padahal idealnya kata dia, saat ini proyeksi pengerjaan seharusnya sudah pada tahap finishing.
“Konsekwensinya, sisa anggaran akan dikembalikan ke pusat. Baru sekitar Rp 10 miliar dari Rp 20 miliar anggaran fisik yang sudah di cairkan, sisanya Rp 20 miliar lagi untuk alkes. Jadi totalnya sekitar Rp 30 miliar yang belum terpakai akan ditarik untuk pembangunan lainya di Indonesia,” ujar Hamzah Pangki ditemui saat berkunjung ke RSUD Sulthan Dg Radja, kemarin.
DPRD dan pemkab, lanjut dia, tidak mampu berbuat banyak karena berdasarkan regulasi yang ada, proyek tersebut harus rampung sesuai kontrak. Seharusnya proyek tersebut dikerjakan sejak awal tahun 2017 sehingga pembangunan tidak buru-buru dan selesai pada waktunya.
“Kita juga tidak mungkin anggarkan lanjutan pembangunanannya mengingat masih banyak pembangunan yang masuk skala proritas dalam upaya mensejahterakan masyarakat Bulukumba,” jelas ketua DPD Golkar Bulukumba ini.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IGD RSUD, Alwi mengaku akan berkoordinasi dengan pihak rekanan untuk merampungkan pekerjaan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. “Iya harus dikembalikan (anggaran, red), kita akan genjot agar IGD bisa direalisasikan,” ujar mantan Kapus Barong Rappoa.
Terpisah, Konsultan Pengawas PT. Lontaraland selaku rekanan, Bayu yang ditemui di lokasi pembangunan mengungkapkan, keterlambatan dikarenakan pekerjaan baru dimulai pada Agustus lalu. Meski demikian, dia mengaku optimistis dapat merampungkan pekerjaan hingga 16 Desember mendatang.
“Kita akan percepat pengerjaan, kita upayakan rampung tanggal 16 (Desember) nanti. Kalau perlu pekerjaan dilakukan siang dan malam,” ujarnya.
Mengaproyek IGD RSUD Sulthan Dg Radja yang dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter tersebut direncanakan berlantai tiga. Lantai pertama untuk unit gawa darurat (UGD), lantai dua kamar bersalin, perinatologi, radiologi, laboratorium, ruang bedah cito, dan ruang tunggu keluarga. Sementara lantai tiga aula pertemuan dan ruang komite medik keperawatan dan komite penunjang lainnya.(*)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!