Sekolah Disegel, Puluhan Pelajar Disabilitas Gelar Aksi Di Kantor Bupati Bulukumba – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Sekolah Disegel, Puluhan Pelajar Disabilitas Gelar Aksi Di Kantor Bupati Bulukumba

DEMONSTRASI. Puluhan Pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) mengelar aksi demonstrasi, Selasa,5 November di kantor Bupati Bulukumba. Mereka menuntut agar segel sekolah mereka dibuka karena dianggap menganggu proses belajar mengajar.
BULUKUMBA,RADAR SELATAN .CO.ID — Puluhan peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) menggelar aksi demostrasi didepan kantor Bupati Bulukumba. Selasa,5 Desember kemarin. Mereka menuntut agar sekolah mereka di buka dari penyegelan oleh oknum yang mengklaim sekolah mereka.
Di pimpin oleh komite SLB, Fahidin HDK, mereka meminta agar pemkab bertindak tegas dalam membantu mereka menyelesaikan kasus tersebut. Dengan adanya kasus penyegelan siswa SLB tidak bisa belajar. Mereka di bully, mereka dicerca dengan kata kasar.
” Bantu kami kasihan para siswa tidak bisa belajar, apalagi sudah mau ujian semester,” ujar Fahidin HDK
Ketua DPC PKB Bulukumba ini mengatakan,murid dan guru telah diancam jika berani membuka segel gedung sekolah, sehingga masalah ini menjadi keprihatinan terhadap anak cacat, karena tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti hari-hari sebelumnya. Hanya saja, yang lebih parahnya sebab pemerintah tidak berani membuka, dengan demikian tentu menjadi pertanyaan besar bagi SLB. Seharusnya, Pemkab melawan karena ini aset pemerintah yang diganggu bukan milik pribadi.
 “Kasian anak-anak, dia tidak belajar karena sekolah disegel. Pemkab harus membuka segel disana,” ujar Fahidin, di kantor bupati, kemarin.
Menurut dia, pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran sudah membuka segel sebelumnya, namun Satpolpp diancam dilapor ke polisi, sehingga tidak berani lagi membuka segel yang berlangsung sekarang. Padahal, kata dia, seharusnya pemerintah tidak perlu takut, dia harus melawan orang-orang yang ingin menganggu aset pemerintah. Apalagi, yang menjadi korban adalah anak-anak cacat yang juga membutuhkan perhatian dari Pemkab seperti sekolah lainnya.
“Kami akan hadapi siapapun dia. Tidak perlu takut, kasian anak-anak tidak semester,” kata anggota komisi D DPRD Bulukumba ini.
Guru SLB Mariani Muzakkar mengatakan jika penyegel menggunakan kawat duri, bahkan halaman sekolahnya ditanami pisang. Akibatnya, puluhan murid tak dapat mengikuti ujian karena pintu kelas ikut dipalang kayu lalu dipaku. Bahkan penyegelan ini sudah yang kesembilan kali.
“Kami lelah sekolah kami disegel. Kami ingin belajar dengan damai,” keluh Mariani.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulukumba, Andi Bau Amal, menjelaskan, sejak awal pihaknya telah memerintahkan kepada Satpolp untuk dibuka segelnya, hanya Satpolpp telah dilapor ke pihak berwajib. Namun, hari ini (kemarin,red) Pemkab Bulukumba akan membuat laporan presidential ke polisi, dan pihaknya bersama bagian Hukum serta SKPD yang membidangi akan mengawal hingga rampung.
“Kalau hari ini belum dibuka, maka kami mau ini dibuka oleh kepolisian. Kami akan buat segera pelaporannya. Ini tidak boleh dibiarkan, sejak awal kita dorong yang merasa punya hak, silakan menempuh jalur hokum,” ujar dia, saat menerima guru SLB di kantor bupati. (awa/ / )
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!