Soal Pengganti Setnov, DPD Golkar Belum Tentukan Sikap – Radar Selatan

Radar Selatan

Politik

Soal Pengganti Setnov, DPD Golkar Belum Tentukan Sikap

Ketua dPD II golkar Bantaeng, Muh Arfandy Idris
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Jelang musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar, sejumlah pengurus daerah di Sulawesi Selatan masih menahan diri. Belum ada satupun yang menentukan sikap atau arah dukungan kepada salah satu kandidat yang akan menggantikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Ketua DPD II Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki misalnya. Politkus yang juga ketua DPRD Bulukumba ini masih enggang menyebut figur yang dijagokan pada munaslub Golkar nantinya. Menurutnya, seluruh kader Golkar yang ada saat ini merupakan kader terbaik partai.
Semua nama kandidat yang saat ini mencuat ke permukaan, kata dia, memiliki kualitas yang sama baiknya dalam mengelola perintintahan dan amanah organisasi. Siapapun yang diberikan amanah nantinya, pengurus di daerah akan siap menjalankan perintah organisasi.
“Semua figur adalah kader terbaik Golkar. Siapapun yang terpilih nantinya harus dihormati sebagai keputusan partai,” ujarnya dihubungi, Minggu 10 Desember 2017.
Saat ini, kata Hamzah, pengurus Golkar Bulukumba lebih fokus pada kerja-kerja organisasi terutama mengatur starategi pemenangan Hurdin Halid Pilgub Sulsel 2018 mendatang. “Belum ada kepastian kapan munaslub. Saat ini kami hanya fokus ditugaskan untuk memenangkan kader Golkar dan usungan Golkar pada pilkada dan pilgub,” jelasnya.
Senada, Ketua DPD II Golkar Bantaeng, Muh. Arfandy Idris. Menurutnya agenda munaslub belum terjadwal. Hanya saja, ia berharap sebelum pelaksanaan, terdapat sebuah kesepakatan khususnya di DPD I Sulsel terkait nama yang akan didukung pada munaslub nantinya.
“Belum ada keputusan partai terkait pelaksanaan munaslub Golkar. Yang pasti DPD Golkar Bantaeng siap mengemban amanah dan taat serta tunduk atas segala keputusan partai, dan untuk menjaga soliditas kami di Golkar Sulsel tentu akan kami konunikasikan agenda yang akan dibicarakan untuk pengambilan keputusan agar dapat tetap menjaga marwah dan martabat partai Golkar,” terangnya.
Saat ditanya soal siapa figur yang menurutnya layak untuk mempimpin partai berlambang beringin tersebut, Arfandy masih enggan berkomentar. “Belum ada juga siapa yang akan kami dorong. Intinya semua kader terbaik,” tutupnya.
Seperti diketahui, wacana munaslub semakin kuat dihembuskan sejumlah tokoh Golkar pascaditetapkannya Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP. Saat ini sejumlah nama yang digadang-gadang akan menggantikan Setya Novanto, mulai mencuat. Dua di antaranya merupakan politisi senior asal Sulsel, yakni Nurdin Halid (NH) yang saat ini menjabat sebagai ketua harian DPP Golkar dan Idrus Marham yang menjabat sebagai sekretaris jenderal (sekjend) DPP Golkar.
Satu nama lainnya yaitu Arilangga Hartanto yang juga menjabat sebagai manteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Bahkan Kordinator Bidang Perekonomian DPP Golkar ini diklaim telah mengantongi dukungan 31 DPD I Golkar. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!