Tujuh Penyandang Disabilitas di Desa Pakatto Rekam KTP Elektronik – Radar Selatan

Radar Selatan

Jeneponto

Tujuh Penyandang Disabilitas di Desa Pakatto Rekam KTP Elektronik

GOWA, RADARSELATAN.CO.ID — Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi melakukan pendampingan terhadap tujuh penyandang disabilitas di Dusun Parang Carammeng, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Tujuh penyandang disabilitas melaksanakan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) di rumah Kepada Desa Parang Carammeng, Arifin Daeng Sau.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gowa, membawa alat-alat perekaman KTP ke rumah Kepala Desa.

Sekretaris Dukcapil Gowa, Edy Sucipto mengatakan, perekaman KTP untuk para penyandang disabilitas adalah bagian pelayanan serta mempermudah masyarakat Gowa untuk melakukan perekaman KTP.

Apalagi penyandang disabilitas tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah, jika tidak memiliki KTP.

“Makanya kita menerapkan sistem jemput bola untuk mempermudah para penyandang disabilitas untuk melakukan perekaman,” kata Edy.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, masyarakat itu baru mau mengurus KTP ketika terdesak. Misalnya mau pinjam uang di bank atau urus BPJS dan lainnya, itu tidak bisa mengurus apa-apa kalau tidak ada KTP. Maka dari itu masyarakat harus menyadari pentingnya KTP,” ungkapnya .

Dia menambahkan, jika KTP para penyandang disabilitas, pihaknya akan mengantarkan KTP-nya.

“Kalau bagus jaringan, satu hari sudah selesai. Kalau sudah jadi, bisa diambil oleh perwakilannya atau kita antarkan langsung ke pemiliknya,” tambahnya.

Koordinator Divisi Analisis Perencanaan Yasmib Sulawesi Affan Natsir berharap, perekaman untuk penyandang disabilitas di dusun Parang Carammeng, diharapkan Dukcapil di daerah lain dapat juga menerapkan sistem jemput bola.

“Kasihan para penyandang disabilitas kalau mau mengurus KTP, pastinya membutuhkan banyak tenaga,” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gowa Ambo mengatakan, pelayanan keliling atau jemput bola ini juga membantu program percepatan kepemilikan KTP elektronik bagi warga.

“Terima kasih kepada Yasmib dan warga yang sudah memberikan informasi tentang keberadaan penyandang disabilitas yang sulit menjangkau layanan pemerintah. Dimana pun keberadaan warga disabilitas di Kabupaten Gowa yang tidak bisa ke kantor pemerintah, akan kami kunjungi,” kata Ambo.

Pelayanan keliling ini juga membantu mengurangi antrian pemohon di Kantor Dinas Kependudukan. Karena setiap hari ada 500 sampai 700 orang yang mengurus data kependudukan. “Untuk disabilitas kami prioritaskan dikunjungi,” kata Ambo.

KTP wajib bagi seluruh warga negara Indonesia. Ini adalah hak konstitusional. “Dinas Kependudukan wajib melayani,” ungkap Ambo. (rls)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!