Hmi Minta Pemkab Perhatikan SKB – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Hmi Minta Pemkab Perhatikan SKB

Ketua Umum Hmi Cabang Bulukumba, Rakhmat Fajar

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Seyogyanya, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) diperuntukkan sebagai pusat pelatihan dan pengembagan sumber daya manusia. Namun dua tahun terakhir, Gedung SKB Bulukumba tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi) Cabang Bulukumba, Rakhmat Fajar, berharap agar ada perhatian khusus pemerintah untuk pemeliharaan SKB. Pasalnya, kondisi gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang sering digunakan oleh pemerintah dan elemen masyarakat untuk berbagai kegiatan memprihatinkan. Beberapa bangunan di kompleks tersebut mulai rusak dan kumuh.kondisi tersebut jika terus dibiarkan kerusakan yang terjadi bisa membahayakan masyarakat yang tengah beraktivitas di kompleks SKB.

 

 

“Apalagi sejauh ini gedung SKB sering digunakan untuk berbagai kegiatan kepemudaan, seminar dan banyak lagi. Sayang jika aset Pemkab dibiarkan tak terurus “katanya.

 

Fajar menambahkan, keberadaan SKB dengan luas lahan yang cukup, pada dasarnya mampu membackup dan  dijadikan salah satu pusat pengembangan SDM khususnya dunia pendidikan dengan menghadirkan sejumlah fasilitas penunjang lainnya, seperti perpustakaan, taman bermain anak dan pusat kajian.

 

“Kita bisa jalan-jalan kesana, itu seperti gudang seperti tidak ada yang merawatnya, padahal kan ada anggaran pemeliharaan, yang miris juga karena SKB biasa digunakan lokasi prajabatan dan bahkan kegiatan nasional, “katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SKB, Kurniati Kahar ditemui di kantornya belum lama ini. Menurutnya, sejak tahun 2015 hingga 2017, anggaran pemeliharan dan pengelolaan SKB hanya mencapai Rp 170 juta. Anggaran yang bersumber dari APBD kabupaten ini dinilai jauh dari cukup.

Dikatakannya, dengan jumlah anggaran yang sangat terbatas tersebut hanya diperuntukkan untuk tunjangan aparat dan rehab beberapa gedung. “Terkait revitalisasi SKB sebagai pusat pengembangan kapasitas SDM tenaga pendidik yang terintegrasi dengan pusat kegiatan PGRI, sejauh ini untuk program dan kegiatan tersebut dari tahun ke tahun belum terlaksana,” ungkapnya, Jumat 29 Desember 2017.

Kurniati juga menjelaskan, salah satu yang menjadi kendala tidak terlaksananya program di SKB karena anggaran yang sangat minim dari tahun ketahun. “Anggaran minim karena SKB saat ini belum terakreditasi, belum menjadi satuan pendidikan, dan saat ini kami sementara menunggu peraturan bupati untuk alih fungsi UPT menjadi santuan pendidikan non formal yang lamanya sudah dua tahun diusulkan akan tetapi hingga saat ini perbup tersebut belum keluar,” bebernya.

Kurniati menguraikan, beberapa fasilitas yang dimiliki SKB saat ini, seperti aula, asrama, laboratorium komputer, taman kanak-kanak, dan kantor. Beberapa tahun lalu, SKB memprogramkan peningkatan SDM, tetapi putus di tengah jalan.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan perbup tersebut agar ke depannya SKB mampu menciptakan berapa kegiatan dan program seperti program-program yang terlaksanan di SKB di daerah lain. Karena boleh dikata saat ini SKB mati suri,” keluhnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto revitalisasi SKB pusat pengembangan kapasitas SDM baru dilaksanakan tahun ini. Seperti perbaikan gedung dan kamar penginapan agar menjadi pusat pelatihan.(sum/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!