Dua Proyek Segera Ditingkatkan ke Sidik, Kerugian Negara Ditaksir Rp 1,6 Miliar – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dua Proyek Segera Ditingkatkan ke Sidik, Kerugian Negara Ditaksir Rp 1,6 Miliar

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba merekomendasikan dua proyek ke tingkat penyidikan (sidik). Masing-masing proyek jalan beton PPI Bontobahari dan dana bergulir UPK Kecamatan Kajang.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi melalui Kanit Tipikor, Bripka Muh. Ali menjelaskan, rekomendasi tersebut sesuai hasil gelar perkara penyelidikan di Mapolda Sulsel beberapa waktu lalu. Penyidik menemukan dua alat bukti yang sah terkait indikasi pebuatan melawan hukum dalam proyek tersebut.
“Pada pokoknya kedua kasus ini dipastikan berimplikasi hukum dengan alat bukti yang telah kita miliki,” ungkap Ali saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Meski demikian, Ali masih enggan membeberkan pihak yang diduga terkait dalam kasus tersebut sebelum seluruh alat bukti yang dibutuhkan terkumpul. Menurutnya, pengemuman nama tersangka baru dapat dilakukan setelah ada hasil resmi perhitungan kerugian negara dari BPK dan BPKP.
Namun dalam kasus ini, kata Ali, indikasi kerugian negara pada proyek jalan beton PPI Bontobahari ditaksir mencapai Rp 700 juta lebih, sementara dana bergulir UPK Kajang ditaksir mencapai Rp 900 juta. Sehingga total taksiran sementara kerugian negara mencapai lebih dari Rp 1,6 miliar.
“Indikasi kerugian negara yang dihitung oleh penyidik dan sudah diespose dengan  tim audit,” bebernya.
Ali berharap masyarakat menyerahkan penuntasan kasus tersebut kepada polisi. Menurutnya, penanganan kasus korupsi jauh berbeda dengan kasus pidana umum lainnya. Selain membutuhkan proses yang cukup panjang, kasus korupsi juga tidak hanya melibatkan polisi semata tapi juga lembaga lainnya seperti BPK dan BPKP selaku lembaga yang bewenang menentukan ada tidaknya kerugian negara pada sebuah kegiatan.
“Kita usahakan berkasnya segera dilengkapi dan segera ditingkatkan ke penyidikan,” imbuhnya. (faj/man/b

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!